nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tergiur Hasil Maksimal Jadi Faktor Investor Terjebak Investasi Bodong

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 17:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 320 2154836 tergiur-hasil-maksimal-jadi-faktor-investor-terjebak-investasi-bodong-qvfYadKuds.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Menanggapi kasus investasi bodong seperti Memiles yang menjerat sebanyak 246 ribu anggotanya, para calon investor diwajibkan untuk mencermati investasi-investasi yang menawarkan hasil maksimal dalam waktu singkat.

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, terdapat tiga tanda investasi bodong yang wajib diketahui investor jika akan berinvestasi.

“Tawaran hasil yang di luar normal, cara kerja yang tidak jelas, dan legalitas yang tidak ada adalah ciri-ciri investasi bodong,” jelasnya saat dihubungi Okezone¸ Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Dirinya juga merespons para korban investasi bodong seperti MeMiles yang tertipu oleh modus-modus lihai perusahaan milik Kamal Tarachan tersebut.

“Karena orang hanya melihat dari sisi hasil tinggi dan tidak melihat sisi lainnya. Jadi ketika sudah lihat hasil, lainnya diabaikan. Akhirnya terjebak,” ungkap Eko.

Dewasa ini, investasi adalah kegiatan yang berbau milenial karena dapat menghasilkan sejumlah uang dengan pengelolaan dana yang tepat. Namun, jika para calon investor memiliki gaji atau pendapatan yang terbatas masih dapat juga berinvestasi.

“Sisihkan dari penghasilan, kalau disisihkan pasti bisa investasi,” saran Eko.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah berhasil menemukan sekaligus menyita omzet Memiles sebesar Rp750 miliar yang merupakan milik dari 246 ribu anggotanya. Kepolisian Jatim juga menyita uang tunai Rp122 miliar, puluhan unit barang elektronik, 2 sepeda motor, 18 unit mobil, dan aset di bank sebesar Rp2 miliar.

(Baca Juga: Heboh Investasi Bodong MeMiles, Kenapa Masyarakat Mudah Tertipu?)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini