nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garuda Indonesia RUPS Pekan Depan, Siapa yang Akan Duduk di Kursi Dirut?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 19:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 19 320 2155085 garuda-indonesia-rups-pekan-depan-siapa-yang-akan-duduk-di-kursi-dirut-h3h2o3ZHhw.jpg Pesawat. (Foto: Okezone.com/Infokom)

JAKARTA - Sejumlah nama diisukan akan mengisi kursi nomor satu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Salah satu nama yang digadang-gadang akan menjadi bos baru Garuda adalah mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Menurut Pengamat Penerbangan lainnya Gatot Raharjo, Jonan memang salah satu sosok yang cocok menggantikan Ari Askhara sebagai Bos Garuda. Apalagi, Ignasius Jonan memiliki track record cukup bagus dalam dunia transportasi.

Seperti diketahui, Ignasius Jonan pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI pada periode 2009 hingga 2014. Selama menjabat banyak perubahan yang dilakukan Jonan pada PT KAI.

Baca Juga: Tantangan Besar Erick Thohir Cari Bos Baru Garuda

Jonan berhasil mengubah wajah PT KAI menjadi transportasi primadona masyarakat. Keberhasilan tersebut mengantarkan Ignasius Jonan menjadi Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Oktober 2014.

"Kelebihan dia itu track record bagus dan orang-orang mungkin respek melihat kinerjanya selama ini," saat dihubungi Okezone, Minggu (19/1/2020).

Meksipun begitu, kata Gatot, Jonan harus didampingi oleh Direktur Niaga yang memiliki kapabilitas yang bagus. Pasalnya, meskipun banyak prestasi yang ditorehkan di KAI, namun Jonan belum cukup berpengalaman di industri penerbangan.

Baca Juga: Kilas Balik Dipecatnya Ari Askhara sebagai Dirut Garuda Indonesia

Ditambah lagi, antara industri penerbangan dan kereta api ada perbedaan yang mencolok. Misalnya, di industri penerbangan memiliki banyak saingan, sedangkan KAI merupakan perusahaan yang memonopoli bisnis kereta api.

"Tapi kalau Jonan sepertinya cocok. Cuma dia harus di-backup direktur niaga yang bagus.

Soalnya dia belum teruji membesarkan perusahaan transportasi yang kompetitif. Waktu di KAI itu kan monopoli, gak ada persaingan," jelasnya

Namun, lanjut Gatot, yang harus ditunggu adalah apakah Jonan mau jika nantinya ditunjuk sebagai bos Garuda. Mengingat jika setuju menjadi Dirut Garuda, maka ada penurunan karier dari sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju jadi Bos BUMN saja.

"(Pertanyaannya) Apa Jonan mau dari Menteri jadi Dirut BUMN?," ucapnya

Sebenarnya selain nama Ignasius Jonan, ada tiga nama yang santer terdengar akan menjadi bos Garuda. Salah satunya adalah Mantan Direktur Utama PT INTI pada periode 2009-2012 Irfan Setiaputra.

Irfan adalah lulusan Sarjana Teknik Informatika ITB angkatan 1989. Setelah lulus kuliah, Irfan berkarier di sejumlah perusahaan teknologi. Beberapa di antaranya adalah IBM, LinkNet, dan Cisco.

Setelah keluar dari perusahaan BUMN, Irfan kemudian melanjutkan kariernya di PT Titan Mining Indonesia pada periode Agustus 2012 hingga Juni 2014. Kemudian Irfan menjadi CEO PT Cipta Kridatama pada rentang Juli 2014 hingga Mei 2017.

Irfan juga pernah diangkat sebagai COO ABM Investama Tbk PT (ABMM) dari Mei 2015 hingga Mei 2016. Selanjutnya, Irfan menjadi President Director & CEO Reswara Minergi Hartama pada Mei 2017 hingga Desember 2017.

Adapun saat ini Irfan menjabat sebagai CEO Sigfox Indonesia. Ia memimpin perusahaan pengelola jaringan Internet of Things (IoT) itu sejak Februari 2019 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini