nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habiskan Rp4 Triliun, Gedung Exoskeleton Karya Zaha Hadid Dibangun dalam 7 Tahun

Irene, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 20:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 21 470 2156273 habiskan-rp4-triliun-gedung-exoskeleton-karya-zaha-hadid-dibangun-dalam-7-tahun-EkvUiaGs8G.jpg Gedung Pencakar Langit di Miami (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Gedung pencakar langit Exoskeleton yang terletak di Miami akhirnya rampung setelah 7 tahun. Biaya konstruksi untuk gedung ini digadang mencapai USD300 juta atau Rp4 triliun (Kurs Rp13.657/USD).

Melansir Business Insider, Selasa (21/1/2020), bangunan megah 62 lantai ini dirancang oleh seorang arsitek legendaris Irak-Inggris bernama Zaha Hadid. Zaha yang dijuluki Gueen of the Curve, merancang bangunan ini sebelum ia tutup usia pada 2016.

Bangunan ini memiliki eksterior Exoskeleton khas yang terdiri atas lebih dari 4.800 potongan beton yang diperkuat dengan serat gelas yang dikirim langsung dari Dubai.

Bangunan berbentuk menara yang disebut Museum Seribu ini mencakup 84 hunian mewah, dan sekitar 64%-nya telah terjual sejak penjualannya yang dibuka pada 2013 silam. Sisanya dijual dengan harga USD25 juta untuk hunian setengah lantai dan hunian satu lantai dipatok harga USD25 juta ke atas.

Nantinya para penghuni akan memiliki akses ke berbagai fasilitas mewah yang tersedia. Antara lain helipad atap pribadi, sky lounge, pusat akuatik setinggi dua kalinya kolam renang dalam ruangan, bar, dan salon kecantikan.

Gedung setinggi 213,36 meter dan luas 2.787 m2 ini juga difasilitasi pintu masuk porte cochere pahatan dan lift berkecepatan tinggi. Pusat kebugaran yang dilengkapi peralatan latihan dan kardio juga lengkap disediakan di sini.

Hunian yang berada dalam Museum Seribu ini terdiri dari empat hingga enam unit kamar tidur yang juga dilengkapi jendela berukuran penuh yang memungkinkan sinar matahari Florida dapat memasuki ruangan. Setiap hunian juga dilengkapi teras besar dengan pemandangan cakrawala Miami, Biscayne Bay dan Samudera Atlantik.

"Kami ingin itu berfungsi seperti hotel bintang lima," ujar salah seorang pengembang, Louis Birdman, kepada Journal.

Peter Zalewski yang berasal dari perusahaan konsultan real estate Miami Condo Vultures mengatakan meskipun 64% hunian telah laku terjual bahkan sebelum bangunan rampung, pengembang di Miami biasanya mencoba untuk menjual kembali sekitar 85-90% unit di sebuah bangunan.

"Pengembangan kondominium baru juga muncul di pasaran ketika pemilik kondominium saat ini mulai menjual, beberapa darinya didorong oleh nilai dolar Amerika Serikat (AS) yang kuat, yang kemudian menciptakan resep sempurna untuk surplus," ujar Hillary Hoffower kepada Business Insider, seperti dikutip Okezone, Selasa (21/1/2020).

Selain itu, diketahui bahwa pembeli asing tidak terlalu tertarik membeli kondominium mewah ini disebabkan karena perekonomian Amerika Selatan yang pernah menjadi sumber investasi real estate di Miami goyah.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini