nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRI Cetak Laba Bersih Rp34,4 Triliun pada 2019, Naik 6%

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 278 2157288 bri-cetak-laba-bersih-rp34-4-triliun-pada-2019-naik-6-WHeeM3z251.jpg BRI Cetak Laba Bersih Rp34 Triliun (Foto: Okezone.com/Nisa)

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencetak laba bersih Rp34,41 triliun pada 2019. Laba ini tumbuh 6,15% dibanding tahun lalu. Sementara, aset BRI tercatat Rp1.418,95 triliun, tumbuh 9,41% dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp 1.296,90 Triliun.

Baca Juga: Tak Rombak BRI, Erick Thohir: Direksinya Bagus

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja BRI. Hingga akhir Desember 2019 tercatat penyaluran kredit BRI mencapai Rp908,88 triliun atau tumbuh 8,44% year on year, di atas rata rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 6,08%.

“Salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit tersebut yakni penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit di angka 12,19% di sepanjang tahun 2019. Bahkan porsi kredit mikro pada Bank BRI sebagai perusahaan induk saja telah meningkat dari 34,3% menjadi 35,8%," kata Sunarso di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

"Hal ini sejalan dengan aspirasi BRI di tahun 2022, dimana komposisi kredit mikro mencapai 40% dari total portofolio pinjaman,” ujar Sunarso.

Baca Juga: Di Depan Jokowi, Bos BRI Pamer Salurkan Kredit Rp903 Triliun

Di samping kredit mikro, pertumbuhan kredit BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah yang tumbuh 12,08% yoy menjadi Rp 269,64 Triliun di akhir tahun 2019. Selain tumbuh positif dan diatas rata rata industri, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni NPL 2,80% dengan NPL Coverage mencapai 153,64%.

Pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir tahun 2019, DPK BRI berhasil menembus angka di atas Rp1.000 triliun yakni mencapai Rp1.021,39 triliun atau naik sebesar 8,17% yoy. Dana murah (CASA) masih mendominasi portofolio simpanan BRI, mencapai 57,71% dari total DPK atau senilai Rp589,46 triliun.

Sunarso juga menjelaskan bahwa di tahun 2020 BRI akan fokus menggarap CASA untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana melalui transaction banking di perkotaan maupun melalui micro saving dan micro payment di segmen mikro.

Perseroan juga berhasil mengakselerasi Fee Based Income. Hingga akhir Desember 2019, perolehan FBI BRI tercatat Rp14,29 triliun atau tumbuh 20,1% yoy. Dengan pertumbuhan FBI yang signifikan ini, untuk pertama kalinya bagi Bank BRI Fee Income to Total Income Ratio mencapai double digit sebesar 10%.

“Melalui inovasi dan digitalisasi, perseroan terus menciptakan sumber sumber pendapatan berbasis non bunga untuk menjaga tingkat profitabilitas,” imbuh Sunarso.

Sunarso menambahkan akan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk mendorong penetrasi kredit mikro sehingga menjangkau lebih banyak lagi nasabah.

“Melalui teknologi, kami kembangkan kredit mikro BRI menjadi go smaller, go shorter dan go faster. Melalui platform berbasis teknologi, BRI mempersiapkan ekosistem mikro berbasis digital untuk melayani potensi pasar mikro yang masih terbuka luas.” imbuhnya.

Pada sisi permodalan, BRI mencatat rasio CAR 22,77% yang mencerminkan modal BRI cukup kuat untuk melakukan ekspansi baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Secara likuiditas, BRI masih mempunyai ruang tumbuh dimana rasio likuiditas BRI di akhir tahun 2019 terjaga di level 88,98%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini