nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

20 Tahun Lagi, Dunia Diramal Hanya Punya 6 Mata Uang Saja

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 13:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 24 278 2157668 20-tahun-lagi-dunia-diramal-hanya-punya-6-mata-uang-saja-QoejVCmbkk.jpg Kurs Dolar AS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Ekonomi Brazil Paulo Guedes memprediksi dalam 20 tahun ke depan, uang yang akan diakui di seluruh dunia hanya akan ada lima atau enam mata uang saja. Di mana saat ini, ada lebih dari 100 mata uang yang diakui di dunia.

Dia mencontohkan, 20 tahun lalu, negara-negara di Eropa memperkenalkan mata uangnya euro. Dengan mata uang tersebut, orang Prancis yang akan pergi ke Jerman, tanpa perlu menukarkan uang tunainya sesuai negara tujuan. Nah, kata Guedes, ini dapat direplikasi pada belahan dunia lainnya.

Baca Juga: Uang Beredar Naik Signifikan di November 2019

“Jika kamu mempertimbangkan dimensi politik dan dimensi ekonomi, dunia akan memiliki lima atau enam mata uang pada 20 hingga 30 tahun mendatang,” ujarnya saat diskusi di dalam acara World Economic Forum (WEF), dilansir dari CNBC, Jumat (24/1/2020).

Saat ini, dolar Amerika Serikat (AS) dinilai sebagai mata uang yang paling aman karena nilainya tetap atau cenderung tumbuh saat krisis. Berbagai negara mematok mata uang mereka ke dolar AS dengan alasan stabilitas pada perdagangan.

Baca Juga: BI Catat Uang Beredar Tumbuh Melambat pada Oktober

Namun, saat tidak stabil, negara-negara di dunia yang berpatokan pada dolar AS akan merugi. Maka dari itu, kata Guedes, diperlukan untuk mengembangkan mata uang bersama diberbagai negara, tujuanya mendorong perekonomian dan mengurangi ketergantungan dengan dolar AS.

“Akan ada mata uang kontinental yang akan mengalahkan dominasi dolar AS dan euro,” lanjut Guedes.

Sementara itu, Kepala Ekonomi IMF Gita Gopinath berpandangan berbeda. Menurutnya, peluang munculnya mata uang baru yang akan mendominasi dunia masih sangat kecil.

“Mengingat terjadi perang besar yang terjadi di sebagian wilayah dunia, saya pikir munculnya mata uang dunia masih rendah,” ungkap Gopinath.

Dia menambahkan, jika ada kemungkian mata uang lain yang akan menantang dominasi dolar AS dibutuhkan kekuatan yang besar. Hal ini pernah terjadi pada euro, yang saat ini digunakan pada 19 negara di Eropa.

Sebagaimana dketahui, euro belum dapat mengembangkan mekanisme yang meyakinkan bagi investor. Warga yang memakai Euro juga mendapatkan imbasnya ketidakpastian ekonomi.

“Saya bisa melihat orang-orang dengan mudah beralih dari membayar tunai ke pembayaran digital. Tetapi apakah masyarakat akan mudah beralih dari dolar ke mata uang lain?” lanjut Gopinath.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini