nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Virus Korona, Kemenhub Tekankan 4 Imbauan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 12:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157657 cegah-virus-korona-kemenhub-tekankan-4-imbauan-JJa7RQ6nmd.png Seorang Warga Mewaspadai Penyebaran Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA- Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor SE.001/DKP/I/2020 tanggal 2 Januari 2020. Surat edaran ini mencegah masuknya virus korona ke Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti mengatakan, ada empat imbauan untuk segera dilakukan para maskapai. Pertama, meminta maskapai melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan.

Baca Juga: Operator Bandara Diminta Waspadai Penyebaran Virus Korona

Kedua melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang atau penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara. Ketiga, memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.

Dan yang keempat, memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Waspada Virus Korona, Kemenhub Larang Maskapai Terbang Menuju Wuhan

Di sisi lain lanjut Polana, dirinya juga melarang maskapai asing maupun Indonesia terbang dari dan menuju kota Wuhan, China.

Hal juga sebagai tindak lanjut NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing, maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, China untuk sementara tidak dapat dilakukan.

Informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China

Khsusus untuk maskapai nasional ada 2 maskapai yang terbang langsung menuju Wuhan, China. Pertama adalah maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan yang kedua adalah Lion Air.

Polana juga meminta operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya virus korona melalui jalur penerbangan.

Memang hingga saat ini, belum diketemukan adanya penumpang yang terjangkit virus pneumonia yang masuk melalui bandara di seluruh Indonesia. Namun langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk terus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi masuknya virus pneumonia melalui penerbangan karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama, " ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini