nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BRIN Sebut Australia Partner Riset Potensial bagi RI

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 16:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157827 kepala-brin-sebut-australia-partner-riset-potensial-bagi-ri-iQNbQ7bs4E.jpg Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: BPMI)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyampaikan terdapat peluang kerja sama antara universitas dengan lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) Australia untuk melakukan kolaborasi bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga litbangjirap di Indonesia.

Bambang mengungkapkan kolaborasi antara Indonesia dan Australia selama ini pada umumnya berjalan baik dan dapat ditingkatkan.

Baca Juga: Kepala BRIN: Tantangan Ubah Mindset Masyarakat soal Produk Inovasi RI

Bentuk kolaborasi selain pada tema-tema kerjasama, antara lain dalam bidang pertanian dan kehutanan, alternatif energi dan energi terbaharukan (renewable energy), kesehatan, perikanan dan kelautan, juga kolaborasi untuk peningkatan kapasitas (capacity building program) dalam bentuk pemberian beasiswa degree maupun non-degree (training, workshop, seminar, dan sebagainya).

"Saya sangat mengapresiasi program-program kolaborasi yang sudah dilakukan Indonesia bersama Australia, karena pada dasarnya Australia adalah partner kolaborasi riset dan inovasi yang sangat potensial, tidak hanya karena banyak Professor Indonesia lulus dari Australia, terutama untuk program magister dan doktoral, tapi lebih penting lagi karena lokasi strategis dari kedua Negara ini. Indonesia dan Australia secara geografis, sangat dekat satu sama lain. Sehingga perlu diidentifikasi lebih banyak lagi untuk area-area kerjasama bilateral," ungkapnya dalam keterangannya tertulisnya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Jokowi Minta Akhiri Tumpang Tindih Anggaran Riset

Bambang mengatakan, Australia saat ini terlihat bisa melakukan lebih banyak kerja sama mengenai riset dan inovasi dengan Indonesia.

Sekarang Australia menjadi negara dengan urutan nomor enam yang paling banyak melakukan kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia (berdasarkan data Foreign Research Permit - FRP), namun itikad Pemerintah Australia bersama universitas dan lembaga penelitiannya dalam penyediaan dan/atau kontribusi pendanaan riset dan inovasi, termasuk yang tertinggi di Indonesia.

"Australia bisa saja nomor enam dalam jumlah penelitian (bersama Indonesia), tapi dapat disyukuri Australia masuk peringkat tiga tertinggi dalam urutan Negara donor yang memberikan dukungan pendanaan untuk kolaborasi riset," jelasnya.

Kemenristek saat ini juga sudah membuat kerja sama penelitian antara sebelas perguruan tinggi, seperti Indonesia dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) - Amerika Serikat (AS), yang disebut sebagai MIT - Indonesia Research Alliance (MIRA). Mekanisme seperti ini tentu saja bisa dimultiplikasi, sehingga Universitas terbaik asal Australia juga dapat melakukan kolaborasi riset dengan banyak universitas maupun lembaga litbangjirap asal Indonesia.

"Kami memberi perlakuan sama kepada setiap universitas atau institusi litbangjirap terbaik dari seluruh dunia, selama mereka adakan partner di Indonesia. Contohnya dalam kerjasama perguruan tinggi (PT) di Indonesia dengan MIT - AS, banyak bidang-bidang penelitian yang sudah disetujui oleh profesor dari MIT - AS dan Profesor dari PT di Indonesia," ungkapnya.

Dia menambahkan ITB tidak hanya satu-satunya peerguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium MIRA tersebut, karena ini konsorsium dari sebelas universitas. ITB memimpin cluster riset dan inovasi tersebut, sebagai Sekretariat Nasional untuk kolaborasi MIRA ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini