nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemampuan Produksi Jadi Strategi Menperin Hadapi Globalisasi 4.0

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 20:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 25 320 2158166 kemampuan-produksi-jadi-strategi-menperin-hadapi-globalisasi-4-0-4315fCkBuM.jpg Agus Gumiwang (Okezone)

JAKARTA – Perlu strategi yang baik dalam menghadapi globalisasi industri 4.0. Hal ini untuk mencapai ekonomi berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan strategi manufaktur untuk menghadapi globalisasi 4.0, harus mempertimbangkan dua komponen utama. Di mana, kemampuan future of production, yaitu struktur produksi dan pendorong produksi.

 Baca juga: Sesuai Visi Jokowi, 326 Perusahaan Manufaktur Siap Terapkan Industri 4.0

“Produksi adalah salah satu katalis pertumbuhan negara yang dapat meningkatkan kemakmuran serta mencapai tujuan lainnya. Sementara itu, struktur produksi sebuah negara tergantung pada variabel seperti keputusan strategis untuk memprioritaskan pembangunan sektor agrikultur, pertambangan, industri, dan jasa,” ujar Agus saat hadiri WEF 2020 dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Sedangkan, pendorong produksi terkait penerapan teknologi dan peluang yang ada dalam future of production, faktor-faktor pendukungnya itu antara lain adalah teknologi dan inovasi, sumber daya manusia, investasi dan perdagangan global, kerja sama antar pihak, sumber daya berkelanjutan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

 Baca juga: Gubernur Jabar Ajak Unisba Cetak SDM Unggul

Menperin mencontohkan di ASEAN, di mana kontribusi ekonomi dan distribusi yang merata akan membuat beberapa sektor potensial untuk bisa kolaborasi. Seperti, industri pengemasan makanan, kemudian untuk komponen dan aksesoris kendaraan, farmasi dan obat-obatan, serta sektor elektronik.

Lebih lanjut, kolaborasi antar industri itu dapat didorong melalui aktivitas rantai nilai produksi. Selain itu, beberapa ide kolaborasi regional yang dapat dimafaatkan oleh pelaku industri untuk mencapai ekonomi berkelanjutan melalui penerapan industri 4.0, seperti mendirikan pusat percetakan 3D & prototyping hingga mendukung pengembangan penyedia dan solusi logistik digital.

“Bahkan bisa diwujudkan dengan membangun akademi pembelajaran dan kompetensi untuk pelaku industri kecil dan menengah (IKM), meluncurkan platform pendidikan dan adopsi untuk manufaktur berkelanjutan, serta pertukaran data tanpa batas untuk arus barang yang lebih cepat,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini