nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta seputar Feng Shui, dari Ramalan Bisnis hingga Properti

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 08:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 25 470 2158274 fakta-fakta-seputar-feng-shui-dari-ramalan-bisnis-hingga-properti-1G2u0Vt7Kx.jpg Imlek (Okezone)

JAKARTA - Feng shui merupakan ilmu topografi dari China. Feng shui merupakan bagian dari kebudayaan China. Mereka percaya feng shui dapat membawa keberuntungan bagi diri manusia.

Dengan menerapkan feng shui, maka seseorang akan mendapatkan energi chi baik dan terhindar dari energi chi buruk.

Simak fakta seputar feng shui yang dirangkum oleh Okezone pada Minggu (26/1/2020):

 Baca juga: Imlek 2020, Kecocokan Bisnis versi Feng Shui

1. Ada Dua Metode Feng Shui: Ba Zhai dan Fey Xing

Dalam feng shui dikatakan bahwa rumah dan makam seseorang harus disusun dengan sedemikian rupa agar selaras dengan alam. Ini berarti harus selaras dengan angin dan air. Hal ini didasarkan bahwa manusia merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh alam semesta.

Berdasarkan feng shui digunakan dua metode dalam merencanakan dan menganalisis suatu rumah. Metode tersebut yaitu bazhai (delapan rumah) dan fey xing (binatang terbang).

Dengan menerapkan feng shui, mereka menghindar dari sa chi (energi buruk). Feng shui berusaha memasukkan seng chi (energi baik).

 Baca juga: Feng Shui, Posisi Barang di Toko Juga Berpengaruh terhadap Penjualan

2. Penjabaran Interior dalam Feng Shui

Feng Shui menjelaskan penjabaran tentang berbagai dampak baik dan buruk penempatan produk interior dalam tata ruang yang teliti seperti penempatan ranjang, kompor, meja makan dan perlengkapan lainnya. Penjabaran tersebut kemudian dibagi menjadi dua konsep.

Konsep pertama menggunakan rumus atau aliran kompas akan menuntun dalam penentuan baik buruknya susunan tata ruang dan properti lain berdasarkan perhitungan sifat gaya medan magnetik alam dan ruang. Misalnya tata letak kompor yang berunsur api dinilai tepat diletakkan di sisi timur, tenggara dan selatan.

Penjabaran Feng Shui melalui aliran bentuk yang merupakan konsep kedua lebih menitikberatkan pada dampak dari akibat yang timbul karena ditelitinya suatu objek tata ruang. Misalnya, pantang jika meletakkan ranjang di bawah bentang balok karena dapat membuat penggunanya sakit.

 Baca juga: Imlek 2020, Ada Wangi-Wangi Promosi Jabatan untuk Shio Tikus

3. Dalam Membangun Rumah Perhatikan Juga Bentuk Dan Desain Rumah

Bila kamu ingin membangun rumah, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Bukan hanya konstruksi, tapi bentuk dan desain harus diutamakan.

Mengutip dari buku Feng Shui karya Lilliana Too, untuk membangun dengan sudut, rumah harus dibangun dengan bagian belakang lebih tinggi dari depannya. Tujuannya memberikan perlindungan bagi rumah, karena chi dapat mengalir dari bagian belakang ke depan rumah.

Saat pembangunan rumah, perhatikan bila kamu ingin membuat kebun. Jangan dibuat di halaman belakang dan halaman depan yang ukurannya tidak proposional, karena dapat mempengaruhi nasib para penghuninya. Harus mempertahankan ukuran yang seimbang.

4. Perhatikan Faktor Jalanan Jika Rumahmu di Perkotaan

Para praktisi Feng Shui menilai lingkungan baru di kota besar memiliki tantangan besar untuk yang merencanakan membangun rumah. Percaya atau tidak, orang harus was-was terhadap hawa ch'i jahat yang disebabkan oleh objek tertentu dan akan menimbulkan akibat yang merugikan nantinya.

Salah satu yang utama dalam pembahasan Feng Shui di kota besar adalah pengaruh jalanan. Jalan layang dan persimpangan terkadang menyebabkan masalah yang seringkali belum atau tidak dirasakan.

Setiap orang yang tinggal di dekat jalanan besar, diimbau memperhatikan sudut, apakah lengkung yang tajam dan tertuju pada suatu bangunan atau rumah. Jika ditemukan hal demikian, para praktisi kemudian menganjurkan untuk memakai penangkal Feng Shui.

5. Bangun Rumah? Ini Lokasi Tepat ala Feng Shui vs Arsitek

Dari sudut pandang feng shui, terdapat beberapa lokasi membangun perumahan yang dihindari. Misalnya membangun bangunan di atas bukit, menurut feng shui hal ini bisa membawa penyakit dan nasib buruk pada penghuninya. Kemudian akan sulit menemukan jalan keluar dan akan selalu menghadapi kesulitan.

Sedangkan pada pandangan arsitektur, membangun rumah di atas bukit ini mempersulit perjalanan apalagi infrastruktur jalan kurang memadai. Biaya pembangunan relatif lebih mahal dan sulit bersosialisasi dengan tetangga karena jauh.

Ada juga lokasi tusuk sate yang terletak di persimpangan jalan atau ‘T’ dengan posisi rumah tepat di ujung persimpangan. Menurut pandangan feng shui, seperti dikutip buku “Rumah Hoki Menurut Pandangan Feng Shui dan Arsitektur” karya H.S. Wong dan Gideon Slamet, lokasi ini patut dihindari karena dipercaya akan mendatangkan banyak masalah yang timbul pada keluarga yang menempati rumah di lokasi tersebut. Jika terdapat rumah pada lokasi ‘T’, diyakini tidak membawa hoki dan penghuninya akan terserang penyakit.

Lain halnya dengan pandangan arsitektur, lokasi tusuk sate memiliki beberapa kekurangan seperti bising, sulit parkir, polusi, dan sering terkena sorot lampu.

6. Feng Shui Juga Penting Dalam Membangun Toko

Feng shui tak hanya berlaku untuk membangun tempat tinggal saja, namun juga untuk tempat usaha. Untuk tempat usaha, feng shui berguna agar usahanya berjalan dengan lancar dan sukses.

Feng shui digunakan untuk mengatur keseimbangan ketiga aspek kehidupan manusia. Aspek tersebut yaitu kemakmuran,kesehatan, dan hubungan antar manusia.

Aspek yang ditekankan dalam feng shui tempat tinggal adalah kesehatan dan keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. Hal ini dikarenakan tempat tinggal merupakan tempat manusia untuk membangun tenaganya kembali agar bisa mengejar kemakmuran di luar sana. Walau begitu, aspek kemakmuran tetap diperhatikan.

Untuk tempat usaha, aspek yang ditekankan dalam feng shui adalah kemakmuran. Walaupun begitu, tetap harus dijaga kedua aspek lainnya agar usaha dapat bertahan lama. Permasalahan yang terjadi dengan supplier, anak buah, sesama kolega, klien, atau atasan sekalipun, merupakan hal yang biasa dan sudah seharusnya mampu diselesaikan secara baik-baik.

7. Formasi Naga Hijau Macan Putih Merupakan Metode Feng Shui Sejak Zaman Kekaisaran

Dalam feng shui, terdapat banyak formasi atau metode yang digunakan. Metode lama yang dipakai dari zaman kekaisaran di China yaitu formasi naga hijau macan putih.

Mengutip buku yang berjudul “Feng Shui" karya Lillian Too yang terbit pada 1995, metode lama ini menemukan lokasi feng shui yang terbaik dimulai dengan mencari naga. Dalam feng shui, naga adalah simbol berbentuk tanah yang tinggi. Mencari naga berarti mencari bukit dan gunung yang menyerupai atau melambangkan naga hijau. Jika ada naga sejati, maka pasti ada macan putih.

Untuk menemukan naga dan macan, seseorang harus mempelajari formasi bukit dan gunung. Dia juga harus menganalisis ketinggian tanah, warna daun, dan kontur lingkungan. Naga tidak ditemukan di dataran rendah tanpa gradasi kontur atau daerah dengan bukit yang curam.

8. Posisi Barang di Toko Juga Berpengaruh terhadap Penjualan Menurut Feng Shui

Tak hanya dalam membangun rumah, feng shui juga digunakan dalam membangun toko. Tujuannya untuk mendorong pelanggan agar membeli produk yang ditawarkan.

Para konsultan feng shui percaya bahwa barang-barang di toko memiliki sifat berbeda yang mempengaruhi aliran energi baik. Tujuan feng shui pada toko adalah memperbaiki aliran energi chi di dalam toko dan menciptakan suasana baik. Selain itu, feng shui membantu mendorong penjualan menjadi lebih optimal.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini