nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manusia Tak Bisa Digantikan oleh Robot, Ini Alasannya

Irene, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 12:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2158831 manusia-tak-bisa-digantikan-oleh-robot-ini-alasannya-iaz1RSl0oH.jpg Manusia Tak Bisa Digantikan Robot (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kecerdasan yang dimiliki manusia tak bisa digantikan oleh kecanggihan mesin atau robot. Meski di era serba teknologi ini, peran manusia dalam berbagai industri seakan terancam. Keberadaan teknologi yang memungkinkan perusahaan bekerja lebih efisien membuat peran para pekerja diganti oleh mesin.

Baca Juga: Tak Hanya Manusia, Robot Pekerja Juga Bisa Dipecat

Melansir Business Insider, Senin (27/1/2020), perspektif yang dimiliki Kepala kepemimpinan dan sumber daya manusia dari Accenture, Ellyn Shook jauh berbeda dari yang lainnya. Ellyn memandang peran manusia harus dilihat sebagai suatu hal yang kritis dalam era teknologi yang terus berkembang ini.

"Orang-orang adalah sumber keunggulan kompetitif organisasi yang paling signifikan," ujarnya, seperti dilansir Business Insider dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Baca Juga: Penyerapan Tenaga Kerja Turun karena Manusia Mulai Digantikan Robot

Bukan mengganti atau mengotomatisasi peran manusia ke mesin, Ellyn mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam langkah untuk meminta para karyawannya mengotomatisasi pekerjaan mereka. Acenture juga akan memfasilitasi pelatihan bagi karyawannya dan kemudian memungkinkan mereka memilih satu di antara lima jalur karir baru.

"Menjadi sangat jelas bagi kami sejak awal, hampir enam tahun yang lalu, bahwa otomatisasi dan teknologi cerdas lainnya akan dapat diterapkan pada pekerjaan yang dilakukan banyak manusia,” kata Ellyn Shook.

Ellyn Shook menambahkan, saat kecerdasan teknologi memenuhi kecerdikan yang dimiliki seorang manusia, perusahaan hanya akan mendapat hasil yang eksponensial atau matematis. "Cara kita memandang teknologi adalah mengangkat manusia dan tidak menghilangkan manusia," tambahnya.

Namun tentu saja pesatnya teknologi ini menimbulkan perasaan gelisah bagi karyawan. Semakin banyaknya perusahaan yang mempertimbangkan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan, Ellyn menekankan diperlukannya transparansi dengan karyawan untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka.

"Transparansi adalah yang membangun kepercayaan, dan kepercayaan adalah mata uang yang sangat penting ketika kecepatan perubahan terjadi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," pungkas Ellyn.

Uniknya, membangun kepercayaan juga dipandang sebagai mata uang finansial oleh Ellyn sebagai perwakilan dari Accenture. Penelitian yang dilakukan Accenture sendiri membuktikan bahwa pencapaian tingkat tinggi inovasi dan kepercayaan pemangku kepentingan mengungguli rekan-rekan industri mereka secara finansial yaitu dengan rata-rata 3,1% laba operasi lebih tinggi serta pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini