nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PON Papua, Pembangunan 4 Proyek Gedung Olahraga Lebih Cepat

Vania Halim, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 16:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2158996 pon-papua-pembangunan-4-proyek-gedung-olahraga-lebih-cepat-OcYwx2YyVj.jpeg Proyek Pembangunan Venue PON Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus menyelesaikan pembangunan empat arena olahraga dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua 2020.

Pembangunan arena olahraga dilakukan di Kabupaten Jayapura yakni, arena (venue) Aquatic dan Istora Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Untuk memastikan kesiapan PON XX di Papua, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau pembangunan arena olahraga dan fasilitas pendukungnya didampingi oleh Kepala Pusat PPSOP Iwan Suprijanto.

Baca Juga: Hongaria Bakal Investasi Rp7 Triliun Biayai Infrastruktur Indonesia

Kunjungan Kerja tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo saat Rapat Terbatas (Ratas) terkait Persiapan Penyelenggaraan PON XX di Papua pada 17 Januari 2020 lalu.

Melansir keterangan PUPR, Senin (27/1/2020), Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku puas dengan progres pembangunan empat venue PON XX Papua yang sedang berlangsung. Seluruh progres fisik pembangunan empat venue yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 tersebut sudah di atas 70% dan ditargetkan dapat selesai satu atau dua bulan lebih cepat dari jadwal akhir waktu kontrak.

Baca Juga: Infrastruktur Labuan Bajo Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Hingga 19 Januari 2020, pembangunan fisik arena aquatic mencapai 78,2% dan ditargetkan selesai Juli 2020. Progres pembangunannya lebih cepat dari target semula sebesar 60,9 %.

Saat ini tengah dilakukan pengerjaan fisik berupa erection catwalk, finishing kolom, atap space frame, bangunan kolam tanding serta kolam diving. Venue Aquatic Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp 401 miliar.

Pembangunan Istora Papua Bangkit mencapai 74,01% atau lebih cepat dari jadwal sebesar 62,8%. Venue ini dibangun dengan dana sebesar Rp257,5 miliar oleh kontraktor PT PP (Persero) dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar.

Selanjutnya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey baik indoor maupun outdoor telah mencapai 74,7 % atau lebih cepat dari rencana awal sebesar 68,2 %. Pengerjaannya sendiri ditargetkan rampung pada Juni 2020. Saat ini tengah dikerjakan instalasi atap tribun dan lantai dua pada lapangan indoor, finishing pengerjaan rangka atap baja, lapangan, dan jalan arena Cricket. Total biaya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey sebesar Rp277 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar.

Selain empat venue tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan seperti Kampung Harapan seluas 32 hektar. Di lokasi ini akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung PON XX diantaranya wisma atlet, kawasan komersial (mal), , lapangan latihan atau pemanasan, zona aman stadion, area parkir, toilet, dan pinang room.

Di kompleks ini juga tengah dibangun Stadion Utama Papua Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux.

Progres pembangunannya dalam tahap penentuan pemenang lelang pekerjaan fisik. Namun untuk konsultan pembangunan telah terpilih yakni PT Virama Karya (Persero) pada 23 Desember 2019 dengan anggaran Rp 3,81 miliar.

Sementara untuk kawasan Doyo Baru akan dibangun kantor, sekolah, utilitas, wisma putri dan putra, lapangan tenis, basket, gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (setelah pelaksanaan PON XX). Saat ini progres pembangunannya mencapai 2,04 % oleh kontraktor pelaksana PT Cahaya Bina Karya sejak kontrak per 4 Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp64,9 miliar serta konsultan MK oleh PT Ciriajasa Engineering Consultant per 20 Desember 2019 dengan biaya sebesar Rp2,45 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini