nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Anjlok 2%, Arab Saudi Soroti Dampak Virus Korona

Senin 27 Januari 2020 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2159148 harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona-Yy3kkgq5r3.jpg Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Soroti Dampak Virus Korona. (Foto: Okezone.com/VOA Indonesia)

JAKARTA - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memonitor perkembangan di pasar minyak global terkait adanya kemungkinan dampak virus korona pada perekonomian China dan global, serta pada fundamental pasar minyak.

Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutu-sekutunya dapat menanggapi dampak apa pun terhadap stabilitas pasar minyak jika diperlukan. Dia pun yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat mengendalikan penyebaran virus dan sepenuhnya memberantasnya.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 2,2% Imbas China Terserang Virus Korona

Menteri mengatakan dampak virus tersebut pada saat ini terhadap pasar global, termasuk minyak dan komoditas lainnya, terutama didorong oleh faktor psikologis dan harapan yang sangat negatif oleh beberapa pelaku pasar meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global.

Harga minyak mentah turun lebih dari 2% ke posisi terendah pada beberapa bulan terakhir pada perdagangan hari ini, karena meningkatnya jumlah kasus virus korona di China. Penutupan kota Wuhan memperdalam kekhawatiran atas permintaan minyak.

Baca Juga: Virus Korona Juga Picu Anjloknya Harga Minyak

Minyak mentah Brent turun ASD1,36 per barel, atau 2,2%, menjadi ASD59,33 pada 0425 GMT, setelah sebelumnya turun menjadi ASD58,68. Ini harga terendah sejak akhir Oktober. Minyak mentah AS turun ASD1,30, atau 2,4%, menjadi ASD52,89, setelah sebelumnya turun ke ASD52,15, terendah sejak awal Oktober.

"Pesimisme yang ekstrem seperti itu juga muncul pada 2003 ketika wabah SARS, meskipun itu tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam permintaan minyak," kata Pangeran Abdulaziz, dilansir dari VOA Indonesia, Senin (27/1/2020).

Dia meyakini kerajaan Saudi dan anggota lain dari OPEC, bersama dengan produsen lain dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang diperlukan untuk menanggapi setiap perkembangan dengan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mendukung stabilitas pasar minyak, jika situasinya mengharuskan.

Sementara itu, Menteri Perminyakan Oman mendukung kesiapan Arab Saudi untuk bereaksi terhadap dampak apa pun di pasar dari merebaknya virus korona baru. Oman adalah anggota kelompok OPEC +.

OPEC +, yang termasuk Rusia, telah mengurangi pasokan minyak untuk menyokong harga. Mereka telah melakukan pengurangan produksi yang disepakati sebesar 500.000 barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph hingga Maret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini