nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Virus Korona, Perusahaan di China Perpanjang Liburan Imlek

Senin 27 Januari 2020 20:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2159165 81-orang-serangan-virus-korona-perusahaan-di-china-perpanjang-liburan-imlek-PCKdg6o32m.jpg Seorang Wanita Mengenakan Masker dalam Perjalanan Kereta di China. (Foto: Okezone.com/VOA Indonesia/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dan lebih banyak perusahan-perusahaan besar meliburkan kegiatannya atau menyuruh para karyawan untuk bekerja dari rumah sebagai upaya untuk membatasi penyebaran penyakit akibat virus korona. Wabah ini sudah menelan 81 korban jiwa hingga hari ini.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota pusat Wuhan, pusat penyebaran virus tersebut, ketika pemerintah berusaha memberi sinyal bahwa pemerintah merespons dengan serius.

Baca Juga: China Targetkan Bangun Rumah Sakit Kurang dari Seminggu, Bagaimana Caranya?

Jumlah total kasus infeksi Corona yang telah dikonfirmasi di China naik sekitar 30% menjadi 2.744. Sekitar setengah dari angka tersebut berada di Provinsi Hubei, yang beribu kota Wuhan.

Ketika kekhawatiran meningkat di seluruh dunia, Hong Kong yang dikuasai China, melarang masuknya orang yang baru mengunjungi Hubei dalam 14 hari terakhir. Larangan itu tidak mencakup penduduk Hong Kong menyusul adanya delapan kasus Corona yang dikonfirmasi.

Baca Juga: Dampak Virus Korona, Box Office China Kembalikan Uang Pelanggan Bioskop Rp2,74 Triliun

Pusat perjudian terdekat Makau, yang memiliki setidaknya satu kasus virus mirip flu, memberlakukan larangan serupa terhadap mereka yang datang dari Hubei. Kecuali mereka dapat membuktikan bebas virus.

Kota Haikou di Pulau Hainan di China selatan mengatakan, turis dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari.

"Orang-orang Hubei didiskriminasi," seorang warga Wuhan mengeluh pada platform media sosial Weibo, dilansir dari VOA Indonesia, Senin (27/1/2020). (fbn)

Jumlah kematian akibat virus di Hubei naik menjadi 76 dari 56, kata pejabat kesehatan, dengan lima kematian di tempat lain di China.

Selain itu, bursa saham Asia berguguran seperti Nikkei, Jepang rata-rata melemah 2,0%, mencatat penurunan satu hari terbesar dalam lima bulan, karena investor semakin cemas. Permintaan melonjak untuk aset-aset safe-haven seperti Yen Jepang dan Treasury note.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini