nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Targetkan Bangun Rumah Sakit Kurang dari Seminggu, Bagaimana Caranya?

Senin 27 Januari 2020 13:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 27 470 2158889 china-targetkan-bangun-rumah-sakit-kurang-dari-seminggu-bagaimana-caranya-OKPsL2zF67.jpg Lokasi Pembangunan Rumah Sakit di Wuhan, China. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA - Wabah virus Korona dimulai di Wuhan, China. Kota ini dihuni sekira 11 juta orang. Rumah sakit di kota itu telah dibanjiri warga yang khawatir dan sejumlah apotek kehabisan obat-obatan.

Saat ini, pemerintah China sedang membangun rumah sakit baru di Wuhan, yang disiapkan untuk dapat menampung sekitar 1.000 tempat tidur.

Rekaman video yang diunggah secara online oleh media pemerintah China memperlihatkan proses penggalian di lokasi calon bangunan rumah sakit, yang memiliki luas 25.000 meter persegi.

Baca Juga: Dampak Virus Korona, Box Office China Kembalikan Uang Pelanggan Bioskop Rp2,74 Triliun

Hal ini didasarkan pada rumah sakit serupa yang didirikan di Beijing untuk membantu mengatasi virus Sars pada 2003.

"Ini adalah rumah sakit untuk karantina bagi warga yang terpapar penyakit menular sehingga memiliki alat keselamatan dan perlindungan," kata Joan Kaufman, dosen kesehatan global dan kedokteran sosial di Harvard Medical School, dilansir dari BBC Indonesia, Senin (27/1/2020).

Bagaimana China bisa membangun rumah sakit dalam enam hari?

"China berpengalaman menyelesaikan berbagai hal dengan cepat bahkan untuk proyek-proyek besar seperti ini," kata Yanzhong Huang, salah-satu pejabat yang bertanggung jawab untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri.

Baca Juga: Virus Korona Goncang Indeks Saham China

Dia menunjukkan rumah sakit di Beijing yang dibangun dalam tujuh hari atau hanya seminggu pada 2003, dan tim konstruksi saat ini kemungkinan berusaha untuk mengalahkan rekor itu.

Mirip rumah sakit di Beijing, rumah sakit di Wuhan akan dibuat dari bahan bangunan yang sudah disiapkan terlebih dahulu (prefabricated).

Alat-alat berat sudah dilibatkan untuk meratakan lokasi bangunan rumah sakit di Kota Wuhan.

"Negara otoriter ini mengandalkan pendekatan mobilisasi dari atas. Mereka dapat mengatasi masalah birokrasi dan kendala keuangan dan mampu memobilisasi semua sumber daya," katanya.

Huang mengatakan bahwa tenaga insinyur akan didatangkan dari seluruh negeri untuk menyelesaikan konstruksi tepat waktu.

"Pekerjaan teknik adalah keahlian rakyat China. Mereka memiliki pengalaman membangun gedung pencakar langit dengan cepat. Ini sangat sulit bagi orang Barat untuk membayangkannya. Kami mampu melakukannya," tambahnya.

Apa yang terjadi selama wabah Sars?

Pada 2003, Rumah Sakit Xiaotangshan dibangun di Beijing untuk mengakomodasi jumlah pasien yang menunjukkan gejala Sars.

Rumah sakit itu dibangun dalam tujuh hari, yang diduga memecahkan rekor dunia untuk pembangunan rumah sakit tercepat.

Sekitar 4.000 orang bekerja untuk membangun rumah sakit tersebut, dengan bekerja sepanjang hari dan malam untuk memenuhi tenggat waktu, seperti dilansir China.com.cn.

Di dalamnya, ada ruang rontgen, ruang CT, unit perawatan intensif dan laboratorium. Setiap bangsal dilengkapi dengan kamar mandi.

Dalam dua bulan, rumah sakit itu menerima satu pertujuh pasien Sars di negara itu dan dipuji sebagai "keajaiban dalam sejarah kedokteran" oleh media negara itu.

Kaufman menjelaskan, "pembangunan rumah sakit itu diperintahkan oleh kementerian kesehatan, dengan memperbantukan perawat dan dokter lain dari berbagai fasilitas kesehatan yang ada," kata dia.

"Mereka sudah memiliki protokol dari kementerian kesehatan tentang bagaimana menangani penyakit menular dan mengidentifikasi serta melakukan isolasi secara khusus orang-orang yang terinfeksi Sars," tambah dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini