nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekhawatiran Virus Korona Buat Harga Emas Berjangka Naik

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 07:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 28 320 2159300 kekhawatiran-virus-korona-buat-harga-emas-berjangka-naik-HOzOI7HLvt.jpg emas (Reuters)

NEW YORK - Harga emas berjangka naik hingga ke level tertingginya selama 3 minggu terakhir. Emas ambil untuk dari kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari wabah virus Korona yang membuat investor berlindung ke instrumen yang aman.

Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (28/1/2020), harga emas di pasar spot naik 0,4% ke USD1.57731 per ons. Di awal sesi, emas sempat naik ke rekor tertinggi di USD1.586,43.

 Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000 Dibanderol Rp774.000/Gram

Harga emas berjangka AS menetap 0,3% lebih tinggi ke USD1.577,4 per ons.

"Pembelian safe-haven telah dipicu oleh virus ini di China dan kami melihat aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas ... Sebagian besar panik, pasar melihat prospek ekonomi China melambat," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

 Baca juga: Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Isu Wabah Virus Korona

"Kita bisa mencapai tertinggi baru-baru ini di atas USD1.600 jika hal ini memburuk," ujarnya.

Korban tewas akibat wabah korona telah meningkat menjadi 81 di China, dengan 2.800 kasus dikonfirmasi, dan virus telah menyebar ke lebih dari 10 negara, termasuk Amerika Serikat dan Prancis.

Wall Street melemah hingga 1%. Sedangkan imbal hasil treasury AS 10-tahun jatuh ke level terendah dalam lebih dari 3 bulan.

 Baca juga: Virus Korona Juga Bikin Harga Emas Global Turun

"Tren utama (dalam emas) tetap bullish, dengan koreksi jangka pendek terlihat dalam beberapa minggu terakhir tampaknya berakhir, meningkatkan kemungkinan harga mencapai tertinggi 7-tahun baru dalam beberapa minggu ke depan," analis Kepala ActivTrades Carlo Alberto De Casa berkata dalam sebuah catatan.

Investor akan menyaksikan pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve AS tahun ini pada 28-29 Januari, di mana ia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Di logam lain, paladium yang terkena defisit turun 5,8% menjadi USD2.287,46 per ons. Platinum turun 1,8% menjadi USD983,76 per ons.

Perak turun 0,2% menjadi USD18,05 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 8 Januari di USD18,33.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini