nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benny Tjokro dan Heru Hidayat Janji Bayar Rp10,9 Triliun ke Asabri

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2160197 benny-tjokro-dan-heru-hidayat-janji-bayar-rp10-9-triliun-ke-asabri-ldLa3jzKNV.jpeg Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja menyebut pihaknya telah meminta pertanggung jawaban Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Pasalnya kedua perusahaan miliki dua orang tersebut menyebabkan aset perseroan mengalami penurunan.

Menurut Sonny, dari hasil permintaan tersebut, Benny Tjokro dan juga Heru Hidayat bersedia untuk bertanggung jawab atas penurunan nilai aset tersebut. Bahkan kedua siap memberikan ganti rugi sebesar Rp10,9 triliun kepada perseroan.

Baca Juga: PPATK Diminta Telisik Transaksi Keuangan Asabri

"Kami telah meminta pertanggung jawaban kepada dua grup yaitu grup Heru Hidayat dan Benny Tjokro di mana keduanya sudah memberikan pernyataan kesanggupan untuk memenuhi target tanggung jawab ke asabri. Dan tadi malam Heru Hidayat juga sudah mengeluarkan statment dan kami sudah ada komitmen atas penurunan aset sebesar Rp10,9 triliun," ujarnya, dikuti dari akun youtube DPR RI, Rabu (29/1/2020).

Nantinya, lanjut Sonny, dari jumlah Rp10,9 triliun akan dibagi menjadi dua orang. Adapun masing-masing tangggungannya adalah Rp5,8 triliun diganti oleh Heru Hidayat dan sisanya oleh Benny Tjokro.

Baca Juga: Asabri Bantah Korupsi, Mahfud MD Sebut Pencuri Tidak Mungkin Ngaku

"Akan dipulihkan melalui pemulihan dari saudara Heru Hidayat sebesar Rp5,8 triliun, dan saudara Benny Tjokro sebesar 5,1 triliun," ucapnya

Selain itu lanjut Sonny, pihaknya juga akan meminta pertanggung jawaban dari manajer investasi yang memiliki kinerja buruk. Sebab, manajer investasi ini juga ikut andil dalam penurunan aset dari Asabri karena menyarankan untuk investasi di tempat yang salah

"Kami akan panggil semua manajer investasi yang juga performanya kurang bagus akan kami panggil untuk kita mintai pertanggung jawaban bagaimana tanggung jawab mereka agar kinerja mereka juga terpacu sehingga mereka bisa mewujudkan kinerja yang lebih baik ke depannya. Ini adalah langkah-langkah yang akan kami lakukan ke depan," jelasnya

Sebagai informasi, pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) mengalami penurunan aset. Pada tahun 2019 ini aset dari Asabri adalah sebesar Rp10,6 triliun (unaudited) atau menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,4 triliun.

Sementara, total aset dalam iuran pensiun juga mengalami penurunan. Total aset pada 2018 tercatat Rp26,9 triliun, kemudian anjlok menjadi Rp18,9 triliun. Hal ini dikarenakan adanya penurunan nilai saham dan reksa dana.


Direktur Investasi dan Keuangan Asabri Rony Hanityo Apriyanto mengatakan, alasan mengapa perseroan agresif dalam berinvestasi adalah untuk menutup kekurangan dari beban manfaat polis di masa mendatang. Meskipun jika dihitung dari premi yang diperoleh dalam 10 tahun terakhir, masih bisa sesuai sehingga tidak akan ada defisit


"Asabri dipaksa untuk investasi secara agresif itu karena untuk mengejar angka cadangan Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan (LMPMD) tadi makanya harus investasi yang agresif," ujar Rony.


Meskipun begitu, lanjut Rony, perseroan sebenarnya sudah melakukan investasi ini secara terstruktur. Oleh karena itu, perseroan tetap memperhatikan apa yang sudah diatura dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).


"Karena kita asuransi sosial kan kita maunya benar benar investasi terukur," ucapnya.


Menurut Rony, ke depannya, perseroan akan tetap melakukan investasi di Surat Berharga Negara (SBN). Mengingat SBN merupakan salah satu instrumen investasi yang terstruktur dan aman khususnya obligasi pada perusahaan-perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau di POJK sendiri mengatur SBN itu 30%. Justru itu konservatif dan saya maunya malah kalau saya mulai dari 0% saya maunya malah minimal 40%," ucapnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini