nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir: Kondisi Jiwasraya Sangat Sakit

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 16:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2160203 erick-thohir-kondisi-jiwasraya-sangat-sakit-WRmpPZBchn.jpg Kasus Gagal Bayar Jiwasraya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan kondisi terkini PT Asuransi Jiwasraya, dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI.

Erick Thohir menyebut, kondisi Asuransi Jiwasraya saat ini sangat sakit dan kesulitan. Perseroan itu memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan juga memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Pembayaran Awal Nasabah Jiwasraya Cair Maret

"Kondisi Jiwasraya saat ini tentu sangat sakit dan kesulitan, yang memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan saat ini Jiwasraya memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun," ujar dia, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga: Bahas Jiwasraya, Erick Thohir Minta Rapat Tertutup dengan Panja Komisi VI DPR

Dia menjelaskan, Kementerian BUMN saat ini melakukan koordinasi dengan, OJK, Kementerian Keuangan dan lembaga terkait lainnya untuk menentukan solusi terbaik dalam penyelamatan perusahaan milik negara tersebut.

"Salah satu upaya yang akan diambil adalah pembentukan holding asuransi," ungkap dia.

Menurut dia pihaknya terus mengupayakan kerja profesional dan transparan. Pasalnya itu salah satunya step awal mengalirnya dana adalah dengan pembentukan holding asuransi.

"Dan penjaminan yang akan memainkan peran penting dalam skema yang nantinya diajukan pemerintah," kata dia.

Dia juga berharap holding asuransi ini dapat meningkatkan tata kelola perusahaan asuransi yang baik, terutama dalam pengelolaan investasi, penghitungan kualitas produk, dan fungsi-fungsi compliance dan risk manajemen yang selama ini terabaikan.

"Kami koordinasi dengan Kejagung, bagaimana kami juga, mungkin ini sesuatu yang tidak mudah tetapi recovery aset. Jadi yang penting sekali dari pihak Kejagung sudah bicara beberapa kali bagaimana ada juga harta-harta yang disita seperti sertifikat tanah yang jumlahnya hampir 1.400 sertifikat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini