Share

Perangi Virus Korona, Jack Ma Sumbang Rp196 Miliar

Fabbiola Irawan, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 320 2160572 perangi-virus-korona-jack-ma-sumbang-rp196-miliar-mbngMwiHve.jpg Pendiri Alibaba Jack Ma (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Pendiri Alibaba sekaligus orang terkaya di China, Jack Ma menyumbangkan 100 juta yuan atau USD14,4 juta, setara dengan Rp196 miliar (Kurs Rp13.645/USD) untuk membantu menemukan vaksin untuk Virus Korona.

Baca Juga: Virus Korona, Robot Dikerahkan Antar Makanan untuk Orang-Orang di Karantina China

Sebelumnya, Jack Ma telah mengalokasikan 40 juta yuan atau USD5,8 juta atau Rp79 miliar untuk dua organisasi penelitian Pemerintah China. Dana tersebut nantinya akan dilakukan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan serta perawatan Virus Korona.

jack ma

Melansir CNN, Jakarta, Kamis (30/1/2020), donasi itu nanti akan disusul oleh Alibaba yang sedang menyiapkan dana 1 miliar yuan atau USD144 juta atau Rp1,9 triliun untuk membeli pasokan media bagi provinsi Wuhan dan Hubei sebagai pusat penyebaran Virus Korona.

Baca Juga: Pejabat China: Identifikasi Awal, Pelaporan, hingga Isolasi Cara Terbaik Kendalikan Virus Korona

Perusahaan ini bahkan menawarkan kekuatan komputerisasi Artifical Intelligence (AI) secara gratis untuk organisasi penelitian ilmiah yang membantu dalam pencarian vaksin atau perawatan Virus Korona.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Alibaba adalah salah satu dari sejumlah perusahaan teknologi di China yang menyumbangkan dana untuk upaya pengobatan Virus Korona. Terdapat juga perusahaan yang ikut andil dalam menyelamatkan China dari Virus Korona seperti perusahaan gawai Huawei, perusahaan e-commerce Tencent (TCEHY), mesin pencari Baidu (BIDU), ByteDance pemilik TikTok dan perusahaan pengiriman makanan Meituan-Dianping.

Para ilmuwan di Amerika Serikat dan China juga tidak lelah dalam mencari vaksin dari Virus Korona. “Tetapi mungkin membutuhkan lebih dari satu tahun sampai vaksin itu tersedia,” ujar Direktur US National Institutes of Allergy and Infectious Diseases, Dr. Anthony Fauci.

Sebagai informasi, virus ini telah menewaskan sedikitnya 132 orang. Dengan hampir 6 ribu kasus berada di China dan lebih dari 80 kasus telah dikonfirmasi berada di tempat lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini