Share

8 Fakta Menarik Teknologi TCM, Tambal Jalan Rusak dengan Cepat dan Murah

Irene, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 320 2161671 8-fakta-menarik-teknologi-tcm-tambal-jalan-rusak-dengan-cepat-dan-murah-XSWtRkqCAD.jpg Perbaikan Jalan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan berbagai persoalan. Salah satunya kerusakan jalan. Hal ini sontak ditanggapi sigap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pada musim penghujan dengan intensitas curah hujan ekstrim, potensi jalan berlubang akan meningkat, mengingat sifat air sebagai pelarut. Salah satunya adalah bisa melarutkan material penyusun jalan seperti aspal, kerikil, dan agregat.

Baca Juga: Menteri Basuki Tambal Jalan Rusak dengan Teknologi TCM, Apa Itu?

Oleh karenanya, menanggapi persoalan ini Kementerian PUPR melalui Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) menciptakan Teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM) Teknologi yang digadang dapat menjadi solusi persoalan kerusakan jalan pasca banjir.

Pada Minggu (2/2/2020), Okezone merangkum fakta TCM teknologi untuk tambal jalan.

 

1. Hasil Riset Balitbang PUPR

TCM Teknologi ini merupakan hasil kembangan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR atas arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Basuki mendorong para peneliti ysng bertugas di Balitbang Kementerian PUPR untuk menciptakan produk riset yang dapat diterapkan guna mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia.

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” ujarnya mengutip dari halaman Kementerian PUPR, Minggu (2/2/2020).

 

2. Dikenalkan Sejak Desember 2014

Ternyata TCM bukanlah teknologi baru yang ada di Indonesia. TCM Teknologi pertama diperkenalkan kepada publik sejak Desember 2014.

 

3. TCM: Campuran Aspal Panas dan Dingin

TCM merupakan perpaduan dari bahan campuran aspal panas (hot mix asphalt) dengan campuran aspal dingin (cold mix asphalt) yang telah di campur dengan aditif. Kemudian pengemasannya secara pabrikasi.

4. Hanya Butuh 1 Jam Perbaikan Jalan Menggunakan TCM

Penggunaan TCM sangatlah mudah. Setelah kemasan dibuka, TCM dapat langsung dihampar dan dipadatkan dengan beban lalu lintas atau pemadat ringan (hand stamper). Waktu perbaikan jalan hanya memakan waktu kurang lebih satu jam dengan digunakannya TCM Teknologi ini.

 Aspal

5. Dapat Diterapkan pada Jalan dengan Lalu Lintas Berat

Penggunaan TCM tidak terkendala temperatur pemadatan. Selain itu TCM juga dapat digunakan untuk ruas jalan dengan lalu lintas berat, tidak hanya itu perbaikan jalan dengan TCM memungkinkan untuk langsung dilakukannya open traffic.

Untuk pemadatan dengan roda kendaraan bisa digunakan untuk lubang yang kedalamannya tidak lebih dari 40 cm.

 

6. Perbaikan Jalan dengan TCM Akan Tahan Lebih Lama

Berbagai kelebihan TCM Teknologi tak sampai di situ saja. Jalan-jalan yang diperbaiki dengan TCM juga terbukti memiliki daya tahan lebih kuat. Jika menggunakan bahan tambalan aspal biasa, kerusakan jalan akan kembali muncul antara satu minggu hingga satu bulan.

Namun dengan teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM), kondisi pengerasan jalan masih bagus hingga satu tahun, walaupun dilintasi oleh beban berat.

 

7. Hanya Makan Biaya Rp150.000

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, dengan teknologi ini biaya yang dikeluarkan juga relatif lebih murah dibandingkan alternatif penanganan lainnya. Alasannya, teknologi TCM ini dikemas dalam ukuran 25 kilogram dengan harga Rp150.000.

8. TCM Telah Diterapkan di Berbagai Ruas Jalan

Dengan kelebihan yang TCM Teknologi miliki dibanding dengan aspal biasa, TCM kini telah diterapkan setidaknya pada empat ruas jalan. Ruas itu meliputi ruas Jalan Cirebon - Losari di Jawa Barat, Ruas Jalan Cikopo, Ruas Jalan Tol Jagorawi, dan Ruas Jalan Profesor Eykman di Bandung, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini