nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Ujian CPNS Disusupi Joki, Bakal Dipidanakan!

Irene, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 07:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 07 320 2164962 fakta-ujian-cpns-disusupi-joki-bakal-dipidanakan-25CuhHTe4Q.jpg TKD CPNS 2019 (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perhelatan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil tahun anggaran 2019 diwarnai kecurangan. Pasalnya, ditemukan setidaknya dua joki di dua titik lokasi pelaksaanaan berbeda.

Penemuan joki ini terungkap oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada pelaksanaan tes SKD CPNS, Selasa 4 Februari 2020. Joki ini tentunya digunakan peserta untuk meloloskan dirinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Berikut pada Sabtu (8/2/2020), Okezone telah merangkum sederet fakta terkait joki CPNS.

 Baca juga: SKD CPNS Kemenkumham, Jimat hingga Kertas Bertuliskan Huruf Arab Diamankan Petugas

1. Joki Ditemukan di 2 Lokasi Tes

Mengagetkan, dua joki ini ditemukan di dua titik lokasi (tilok)berbeda selama pelaksanaan tes SKD CPNS. Penemuan pertama adalah di titik lokasi tes Kabupaten Gowa sekitar pukul 14:10 WITA.

Penemuan ini bermula pada saat berlangsungnya registrasi peserta sesi ke-19 tilok terkait. Peserta yang diduga digantikan oleh joki ini bernama Andi Armayudi Syam berjenis kelamin laki-laki. Peserta yang seharusnya kelahiran Borong 3 September 1991 ini mendaftar untuk formasi pengolahan data pelayanan.

Sedangkan penemuan kedua joki terletak di titik lokasi tes SKD CPNS Kabupaten Tana Toraja. Penemuan ini terjadi di sesi 6 pelaksanaan tes SKD CPNS, Selasa (4/2/2020). Joki ini diduga mengatasnamakan peserta bernama Hendra yang melamar untuk analis keolahragaan.

 Baca juga: Dari 15.142 CPNS Kemenkumham, Kharisma Lana Berhasil Cetak Skor SKD Tertinggi

"Itu ketahuan di dua waktu berbeda. Iya hari ini semua," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Media dan Antar Lembaga Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Diah Eka Palupi kepada Okezone.

2. Berhasil Digagalkan Panitia

Kedua joki di titik lokasi pelaksanaan tes SKD CPNS ini langsung ditemukan oleh panitia instansi dan dengan sigap digagalkan panitia. Untuk kasus pertama di Kabupaten Gowa, panitia instansi pemda setempat berhasil menemukan kejanggalan dalam KTP dan Kartu Peserta yang dibawa oleh joki yang mana semuanya dipalsukan.

"Namun dengan sigap Panitia Instansi Pemerintah Daerah Gowa berhasil menemukan kejanggalan di KTP dan Kartu Peserta yang dibawa oleh Joki (Pengganti) semuanya dipalsukan. Disayangkan pelaku berhasil melarikan diri. Informasi diteruskan ke pihak yang berwajib (Kepolisian)," ungkap Diah Eka Palupi.

 Baca juga: SKD CPNS DKI Jakarta Diselenggarakan Mulai 17 Februari, Ini yang Harus Disiapkan!

Kedua kasus ini telah dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh panitia penyelenggara. "Seorang peserta Tes Seleksi Kompetensi Dasar menggunakan CAT BKN. Dan joki tersebut sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang," tambahnya.

3. Joki adalah Tindak Pidana

Badan Kepegawaian Negara sebagai lembaga pemerintah yang mengatur langsung pelaksanaan seluruh tes CPNS menanggapi adanya dua kasus joki di dua titik lokasi yang berbeda ini. Menurutnya, joki adalah tindak pidana yang harus ditindak tegas.

"Penggunaan joki termasuk tindakan pidana. Karena itulah, jika terjadi pelaku akan langsung diserahkan ke Polisi untuk menjalani proses hukum sampai ke pengadilan," ujar Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono kepada Okezone.

BKN juga mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir penggunaan joki untuk lolos seleksi CPNS 2019. "Menyikapi kasus penggunaan joki oleh salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Formasi 2019, di salah satu Tilok di Makassar, kami sampaikan bahwa Panitia Pelaksanaan Seleksi CPNS tidak akan menolerir sedikit pun kasus serupa," tambahnya.

4. Pelanggar Akan Di-Blacklist dari PNS Seumur Hidupnya

Tidak hanya itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono menegaskan peserta yang ketahuan menggunakan joki telah dimasukkan ke dalam daftar hitam dan langsung dikeluarkan dari perhelatan CPNS. Ini juga mengartikan peserta tersebut tidak akan bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil seumur hidupnya.

"Nama peserta seleksi pengguna joki juga akan di- blacklist. Jika sampai masuk dalam daftar hitam, nama peserta SKD penyewa joki otomatis akan didrop dari perhelatan rangkaian seleksi CPNS dan itu berarti seumur hidup pelamar bersangkutan tidak bisa lagi mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara," ujarnya.

5. Serangkaian Pengecekan Dilakukan Guna Meniadakan Kecurangan Selanjutnya

Paryono mengatakan pemeriksaan identitas peserta Seleksi Kompetensi Dasar akan dilakukan secara cermat mulai dari pemeriksaan dokumen seperti kartu peserta, kartu tanda penduduk hingga penyamaan wajah asli dengan yang ada di KTP juga dilakukan panitia. Pelaksanaan SKD juga berada dalam pengawasan ketat panitia yang bertugas dan pantauan CCTV. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini kecurangan atau pemakaian joki dalam seleksi CPNS.

"Pemeriksaan identitas peserta SKD akan dilakukan secara cermat, pun dalam pelaksanaan SKD peserta berada dalam pengawasan ketat panitia yang bertugas dan pantauan CCTV,"

Hal ini dilakukan agar joki tidak akan dapat berlenggang dalam perhelatan tes SKD CPNS. "Rangkaian pengamanan tersebut akan memastikan perjokian tidak dapat melenggang mulus menghadapi seleksi CPNS. Sampai sejauh ini tidak ada joki yang dapat lolos hingga mengikuti ujian," ucapnya.

6. CPNS Harus Gunakan Cara Halal

Menanggapi kasus kecurangan ini, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono pun menyampaikan cita-cita masyarakat untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) hendaknya disertai dengan cara-cara valid untuk mencapainya. Dirinya juga menghimbau CPNS untuk mengikuti seluruh proses seleksi dengan baik dan jujur.

"Kami mengingatkan bahwa cita-cita menjadi CPNS harus disertai dengan cara-cara halal dalam mencapainya. Ikuti semua proses rekrutmen dengan baik dan fair," ujarnya kepada Okezone.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini