nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Buka Toko Kelontong, Ini yang Harus Diperhatikan

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 19:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 07 320 2165045 mau-buka-toko-kelontong-ini-yang-harus-diperhatikan-FqvXSNSBIp.jpg Ilustrasi Tempat Perbelanjaan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pada dasarnya toko kelontong bisa dibuka di mana saja. Di tepi jalan raya, di pasar atau pun di wilayah pemukiman.

Masing-masing pilihan tempat memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk membuka toko di tepi jalan raya cenderung memerlukan modal yang ekstra besar.

Hal tersebut disebabkan harga tanah atau pun harga sewa di tepi jalan raya lebih mahal dari pada pilihan tempat yang lain. Jumlah modal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan barang juga lebih besar.

Baca Juga: Fasih Berbahasa Asing? Cobalah Mulai Bisnis Sampingan sebagai Penerjemah Ekspres

Idealnya toko di tepi jalan raya harus memiliki luas yang sebanding dengan luas jalan. Agar tampak menarik, tentu saja perlu ditunjang jumlah dan macam barang yang lengkap.

Bagi pemula yang memiliki peluang untuk buka toko di rumah, tentu saja dapat memperoleh kemudahan yang lebih banyak. Dengan syarat lingkungan kita ada konsumen yang memadai.

Mengutip dari buku Sukses Buka Toko Kelontong Modal 2,5 Juta 2010 karya Ana S.Rini, Sabtu (8/2/2020), menjelaskan modal untuk toko kelontong bisa dimulai dari yang kecil. Tentu saja harus dilihat dari seberapa luas toko yang hendak kita buka dan sebanding dengan persentase keuntungan yang bisa diperoleh.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk Ini Penghancur Karier

Sebagai modal kita bisa menggunakan tabungan pribadi, atau hasil dari penjualan barang-barang pribadi. Pinjaman dari bank dan koperasi atau pinajaman keluarga juga bisa dijadikan modal.

Langkah pertama dalam pemilihan barang di toko klontong ini diawali dengan membeli barang yang menjadi kebutuhan sehari, seperti sembako, alat mandi, kebersihan dan komestik. Langkah kedua adalah tanyakan di toko grosi tempat kita mengambil barang, jenis atau merek barang apa saja laku dan kurang laku di pasaran.

Langkah terakhir adalah menerima masukkan dari setiap pembeli catat apa saja yang dibutuhkan oleh pembeli agara bisa dijual di toko ini.

Selain tu, sebelum membuka toko hendaklah terlebih dahulu manajemen pengelolaannya, karena pada dasarnya toko kelontong bisa berbentuk minimarket, supermarket, toko grosir, dan toko tradisional.

Untuk pemula disarankan menjalankan toko kelontong dengan cara jual eceran kepada konsumen. Perdagangan eceran ini merupakan mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai konsumen.

Keuntungan sisitem eceran, anatara lain modal yang diperlukan kecil dan presentase keuntungannya besar, modal yang diperlukan lebih kecil dibandingkan menjual dengan cara yang cukup, dan hubungan antara pedagang eceran dengan konsumen amat kuat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini