Jangan Memulai Bisnis dengan Melihat Untung, tapi Siapa Target Pasarnya

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 08 320 2165323 jangan-memulai-bisnis-dengan-melihat-untung-tapi-siapa-target-pasarnya-V722rAYvuI.jpg Tips Memulai Bisnis hingga Sukses. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dalam membuat sebuah bisnis, sering kali hanya melihat sesuatu yang tertangkap oleh mata. Padahal banyak sekali potensi laba yang tidak terlihat, termasuk banyaknya masalah yang tidak terdeteksi oleh mata.

Maka dari itu, sebelum membuat sebuah usaha diharapkan sudah membuat visi untuk jauh ke depan. Karena keuntungan besar akan diraih bagi yang mampu melihat sesuatu yang tidak tampak.

Baca Juga: Bikin Usaha Jangan Cuma Lihat dari Untungnya Saja, Lho Kok Begitu?

Mengutip dari Buku Pintar Mengelola Usaha bagi Pemula 101 Pedoman Buku Usaha Langsung Meraih Laba 2016 karya William Tanuwidjaja, Sabtu (8/2/2020) perubahan keseimbangan pasar adalah sesuatu yang tidak terlihat, namun terasa dampaknya pada sebuah bisnis.

Berubahnya keseimbangan bisa muncul dari permintaan naik atau turun dan bertambahnya atau berkurangnya pesaing. Setiap perubahan keseimbangan, pasar bisa memberikan hambatan maupun peluang bisnis.

Baca Juga: Fasih Berbahasa Asing? Cobalah Mulai Bisnis Sampingan sebagai Penerjemah Ekspres

Dunia bisnis bukan hanya tentang uang, tetapi juga manusia. Uang adalah konsekuensi dari sebuah usaha, temukan dulu manusianya baru cari uangnya. Susunlah strategi yang mencakup aspek aspek manusianya dulu, barulah menyusun strategi keuangannya.

Kalau kita mampu mendefinisikan dengan sangat jelas siapa pasar kita, maka mungkin bisa saja bagi kita untuk memulai usaha tersebut. Karena, ketika kita telah memahami pasar, banyak sekali masalah yang bisa kita pecahkan.

Jangan sampai sebelum kita memulai sebuah usaha, kita sudah meremehkan pasar. Sebab melayani pasar adalah salah satu alasan utama berdirinya sebuah bisnis.

Pasar adalah mereka yang memiliki kebutuhan dan keinginan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Jika kita gagal memenuhi tersebut, maka usaha kita pun cepat atau lambat mengalami kebangkrutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini