nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Kita Bisa Belajar Profesionalisme dan Keberanian dari JB Sumarlin

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 12:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 20 2166053 sri-mulyani-kita-bisa-belajar-profesionalisme-dan-keberanian-dari-jb-sumarlin-bivoHLLQeN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Meninggalnya Johanes Baptista (JB) Sumarlin meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Termasuk Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang mengaku menerima banyak pelayaran dari sosok JB Sumarlin.

Sri Mulyani menyebut JB Sumarlin sebagai sosok yang mempunyai tanggung jawab besar. Saat beliau ditunjuk menjadi Kepala Bappenas 1983-1988, sekaligus sebagai Menteri Keuangan.

Baca Juga: Sri Mulyani Kenang JB Sumarlin, Sosok yang Pernah Bongkar Korupsi

"Pada saat beliau menjabat, kondisi perekonomian sedang mengalami kesulitan. Harga minyak sangat tinggi. Pak JB Sumarlin melalui gebrakan Sumarlin I dan memetakan moneter. Karena kenaikan penerimaan negara yang segitu drastis, dari USD14 per barel menjadi USD37 per barel," kata dia, pada penyerahan Jenazah Almarhum JB Sumarlin dari pihak keluarga ke negara di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Pimpin Upacara Serah Terima Jenazah JB Sumarlin

Menurut Sri Mulyani, gebrakan Sumarlin I dalam memetakan moneter berhasil menstabilkan ekonomi Indonesia dan tetap mendorong Pertumbuhan Ekonomi bahkan melebihi target 1988.

"Kita semua di sini belajar dari profesionalisme dan keberanian menghadapi tantangan dari pak JB Sumarlin. Beliau Menteri Keuangan Indonesia ke-17 yang menjabat pada 1988-1993. Pengelolaan keuangan negara pada masa harga minyak mengalami penurunan drastis. Jadi pak JB Sumarlin adalah tokoh ekonomi yang menghadapi pengalaman komplit. Contohnya waktu harga minyak tinggi. Dan pada saat harga minyak menurun secara drastis," ungkap dia.

Dirinya melanjutkan, pengelolaan keuangan negara dan ekonomi Indonesia yang mengalami dampak secara tidak langsung. Namun cukup menentukan karena terjadinya perang Irak-Iran yang menyebabkan gejolak harga minyak dunia.

"Beliau berani mengeluarkan berbagai paket kebijakan yang tidak untuk menderegulasi dan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ini yang dikenal sebagai Gebrakan Sumarlin ke-2. Yang mau turut menahan inflasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini