nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdagangan Perdana, Saham Lancartama Sejati Kena Autoreject

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 10:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 278 2165954 perdagangan-perdana-saham-lancartama-sejati-kena-autoreject-jjGAThbTSC.jpeg IPO Lancartama Sejati (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Lancartama Sejati Tbk resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Senin (10/2/2020). Emiten berkode saham TAMA itu menjadi perusahaan ke-10 yang tercatat pada tahun ini.

Melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan melepas 200 juta unit saham baru ke publik atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp175 per saham, sehingga perseroan dapat meraup dana segar sebesar Rp35 miliar.

Baca Juga: Lancartama Sejati Melantai di Bursa Pagi Ini

Pada pembukaan perdagangan, saham TAMA naik 121 poin ke level Rp296 per lembar dari harga IPO, atau mengalami kenaikan 69,14%. Saham TAMA ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp29.600.

Dengan demikian, saham TAMA langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), karena kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO.

Baca Juga: Anak Usaha Jasa Marga Berencana IPO, untuk Apa?

Dalam ketentuan perdagangan perdana saham yang baru dicatatkan dapat terkena auto rejection jika naik atau turun berlaku dua kali lipatnya. Terdiri dari sebesar 70% untuk harga saham Rp50-Rp200, 50% untuk harga saham Rp200-Rp5.000, dan 40% untuk harga saham di atas Rp5.000.

Direktur Utama Lancartama Sejati Alex Widjaja menjelaskan, berdiri pada tahun 1990 dan beroperasi sebagai kontraktor utama untuk pengembangan perumahan dan kawasan komersial. Selama 19 tahun beroperasi, kini perseroan berkembang dan sempat melakukan kegiatan usaha sebagai kontraktor serta pengembang properti dan kawasan komersial.

"Ke depannya, perseroan akan mengembangkan bisnisnya dalam ruang lingkup penyewaan ruang kantor dan hunian, di mana saat ini perseroan dalam tahap pembangunan bangunan gedung

terkait bisnis tersebut," ujarnya dalam pembukaan perdagangan di BEI, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Adapun dalam aksi korporasi ini perseroan telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan 100 juta Waran Seri I sebagai pemanis atau setara 12,5% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap pemegang dua saham berhak memperoleh satu waran, yang mana setiap satu waran memberikan hak untuk membeli satu saham baru. Harga pelaksanaannya sebesar Rp288 per waran dengan masa berlaku selama enam bulan setelah diterbitkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini