nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belanja Kementerian Baru Rp30,9 Triliun, Sri Mulyani Minta Dipercepat

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 21:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 11 20 2166993 belanja-kementerian-baru-rp30-9-triliun-sri-mulyani-minta-dipercepat-rCxVCQgC3W.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat belanja kementerian/lembaga yang sudah dicairkan sebesar Rp30,9 triliun per 31 Januari. Dirinya pun meminta seluruh kementerian kementerian/lemba melakukan percepatan termasuk menggunakan belanja untuk mendukung pariwisata yang tengah menurun karena imbas virus corona.

“Untuk belanja barang Rp3,3 triliun, belanja modal Rp1,9 triliun, belanja bantuan sosial Rp13,2 triliun, dan belanja pegawai Rp12,5 triliun. Ini semuanya adalah belanja yang bisa dipercepat di dalam rangka untuk mendorong,” jelas Menkeu, dilansir dari Setkab, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Jaga Pariwisata Imbas Virus Korona, Menkeu Kaji Subsidi untuk Penerbangan

Sri Mulyani mengatakan, apabila perekonomian RRT terpengaruh cukup signifikan dari corona virus, maka pengaruhnya terhadap tidak hanya di dalam RRT sendiri tetapi juga terhadap region dan global juga akan sangat besar. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta kementerian/lembaga membuat beberapa langkah dalam rangka melindungi perekonomian Indonesia dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar terjaga momentumnya.

“Walaupun kita memahami bahwa beberapa sektor sudah terpengaruh. Dari sisi pariwisata dalam hal ini kita melihat adanya penurunan dan juga dari sektor industri dan harga komoditas,” tambah Menkeu.

Baca Juga: Apa Kabar Insentif untuk 3 Lokasi Wisata yang Terdampak Virus Corona? Ini Kata Menhub

Seluruh kementerian/lembaga, menurut Menkeu, diminta untuk betul-betul melakukan percepatan dari belanja kementerian/lembaga, termasuk menggunakan belanja kementerian/lembaga untuk mendukung pariwisata. Menurut Menkeu, dirinya telah melaporkan di kabinet mengenai posisi pencairan anggaran sampai dengan tanggal 10 Februari 2020.

Berbagai belanja kementerian/lembaga, tambah Menkeu, di luar belanja pegawai yang biasanya dalam bentuk gaji dan tunjangan, yakni belanja barang dan modal mengalami kenaikan, namun masih bisa dipacu lebih cepat lagi.

“Termasuk dalam hal ini Kementerian PUPR yang sudah melakukan belanja yang cukup besar pada bulan Februari ini dalam bentuk belanja modal. Itu adalah salah satu indikasi yang bagus,” ujar Sri Mulyani.

Kementerian Keuangan juga meminta kepada seluruh kementerian/lembaga untuk mempercepat belanja terutama yang bisa dieksekusi secara cepat dan langsung mempengaruhi masyarakat, termasuk belanja Dana Desa.

“Sampai dengan tanggal 10 ini sudah lebih dari Rp530 triliun, Rp586 miliar Dana Desa yang sudah kita cairkan untuk lebih dari 1.490 desa,” sambungnya.

Presiden Jokowi, juga menyampaikan beberapa hal yang mungkin akan dikaji. “Pertama tentu apakah bisa membuat tadi kegiatan-kegiatan di pusat tourism yang mengalami penurunan cukup besar karena adanya corona virus ini. Jadi nanti ini lebih kepada alokasi belanja yang bisa dibelanjakan ke sana,” tambahnya.

“Kedua, kajian mengenai berbagai insentif atau subsidi kepada penerbangan terutama untuk domestik, turis lokal/domestik di dalam rangka untuk terus meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata,” pungkas Menkeu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini