nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Udang Belalang Jambi Merosot hingga 90% Akibat Virus Korona

Azhari Sultan, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 320 2166904 ekspor-udang-belalang-jambi-merosot-hingga-90-akibat-virus-korona-lD3WHtAN0i.jpg Udang (Foto: Goodtaste)

JAMBI - Merebaknya virus korona di China membuat ekspor udang getak atau udang belalang dari Provinsi Jambi ke China turun drastis hingga 90%. Hal ini dibenarkan Kasi pengawasan, Data dan Lalulintas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi Paiman.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Harga Pangan di China Naik Tinggi

Penurunan ekspor tersebut disebabkan penurunan permintaan dari China seiring adanya pembatasan penerbangan dari dan menuju China. Selama ini, ungkapnya, China merupakan salah satu negara tujuan utama udang getak, dibandingkan negara lain, seperti Singapura dan Hong Kong.

"Selama ini pengiriman udang belalang dari Jambi dilakukan melalui Jakarta terlebih dahulu, baru dikirim ke China," katanya saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Huawei dan Baidu Mulai Buka Kantornya di Tengah Wabah Virus Korona

Dia menambahkan, penurunan permintaan udang getak sudah terjadi pada akhir Januari 2020 lalu hingga saat ini. Jika pada hari biasa, katanya, dalam satu hari bisa dilakukan pengiriman antara 20 hingga 25 kali, namun akhir-akhir ini dalam satu hari hanya ada dua kali pengiriman.

“Menurunnya pengiriman kalau tidak salah mulai 25 Januari lalu. Semakin ke sini penurunannya sangat signifikan. Biasanya dalam sehari pengiriman bisa 20 sampai 25 kali, sekarang hanya dua kali. Jauh sekali turunnya,“ imbuh Paiman.

Dari data BKIPM Jambi menunjukkan, pada bulan Desember 2019, terdapat pengiriman sebanyak 387 kali, dengan jumlah Udang Getak sebanyak 330 ribu ekor, senilai Rp23 miliar.

Selanjutnya, pada bulan Januari 2020, pengiriman turun menjadi 305 kali pengiriman, dengan jumlah udang sebanyak 258 ribu ekor, senilai Rp18 miliar.

Sedangkan selama bulan Februari ini, baru ada 36 kali pengiriman, dengan jumlah udang sebanyak 12.800 ekor senilai Rp896 juta.

Paiman menilai, penurunan pengiriman tersebut berdampak terhadap penurunan penghasilan para penampung Udang Getak di Kuala Tungkal.

"Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Saya berharap dampak virus korona bisa cepat berakhir agar perekonomian nelayan udang di Jambi kembali normal," harapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini