nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inggris, Jerman hingga Italia Tertarik Investasi di Ibu Kota Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 470 2166955 inggris-jerman-hingga-italia-tertarik-investasi-di-ibu-kota-baru-LKVEtkHRMW.jpg Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan menarik minat beberapa investor. Bahkan beberapa investor dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, China, Singapura, Italia, Denmark dan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap berinvestasi di ibu kota baru.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, sejumlah negara memang sudah mengatakan ketertarikannya. Hanya saja lanjut, pemerintah masih memikirkan skema yang pas untuk para investor ini.

Baca Juga: Ibu Kota Baru Akan Diisi 20 Orang/Ha, Menteri Bappenas: Panggil Orang seperti Tarzan

"Banyak sekali, tapi kan kita harus lihat skema-skema yang mereka tawarkan baik untuk kepentingan mereka sendiri dan untuk kepentingan kita. Jadi jangan sampai kita menawarkan sesuatu yang tidak proper untuk mereka. Nanti mereka kecewa kita juga ikut kecewa," ujarnya saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Meskipun sudah banyak investor yang tertarik untuk investasi di ibu kota baru, pemerintah akan terus merayu investor lainnya. Bahkan, guna membuat investasi Indonesia menarik bagi asing pemerintah sudah mendesain berbagai kebijakan fiskal.

Baca Juga: Pindah ke Kalimantan, Kepala Bappenas: Kita Ingin Jadi Ibu Kota Terbaik di Dunia

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki sistem perizinan yang selama ini dinilai rumit oleh investor. Meskipun sudah Online Single Submission, namun perizinan di Indonesia masih menjadi keluhan investor

"Ya banyak yang kita sediakan. Insentif di kita itu kan hanya insentif fiskal. Selain kita juga sediakan misalnya kemudahan perizinan, kemudian lahan, saya kira itu," jelasnya.

Sementara itu, terkait aturan ibu kota baru sejauh ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rancangan undang-undang tersebut akan segera dikirimkan ke DPR dalam waktu dekat dan pembahasannya diharapkan rampung 3 bulan.

"Ya mungkin 100 hari saya kira (selesai), 3 bulan. Tapi saya tidak bisa mengatakan begitu karena saya harus sama-sama. Harapan saya seperti itu, tapi kan pembahasan bersama DPR," kata Suharso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini