nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Diperkirakan Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 0,3%

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 12:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 20 2167215 virus-korona-diperkirakan-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-0-3-NCFJkX8FBy.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Para pakar ekonomi dunia memprediksikan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 akan turun 0,3%, yang sebelumnya sebesar 0,2%.

Virus korona yang sedikitnya telah menginfeksi lebih dari 43.100 orang di seluruh dunia dan menewaskan 1.018 atau melampaui tingkat keparahan yang pada wabah SARS tahun 2002-2003, tidak diragukan lagi akan memiliki efek substansial pada pertumbuhan PDB China, baik pada kuartal pertama dan sepanjang 2020.

 Baca Juga: The Fed: Virus Korona Ancam Prospek Ekonomi Global

Jika melihat perkembangan virus yang berasal dari Wuhan, China itu, perkiraan untuk PDB kuartal pertama China sekarang berkisar dari 0% hingga sekitar 5,5%.

Angka tersebut turun dari 5,9% tingkat pertumbuhan tahunan yang diproyeksikan saat ini. Demikian dikutip Forbes, Jakarta, Rabu (12/2/2020). 

Jika dibandingkan saat penyakit SARS melanda China, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu itu turun 2%. Dengan ekonomi China saat ini menyumbang sekitar 17% dari PDB global, ada kekhawatiran yang meningkat atas dampak kepada ekonomi global. Pasalnya pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sejumlah besar penghentian kerja terkait virus korona dan pembatasan perjalanan.

Baca Juga: Dampak Virus Korona Terus Meluas, Kian Mengancam Perekonomian China dan Global

Moody's Analytics dan Barclays memperkirakan, virus korona akan menurunkan PDB global sebesar 0,3% pada tahun 2020. Adapun Oxford Economics memperkirakan pengurangan 0,2% untuk tahun ini.

Sementara itu, pakar ekonomi Gedung Putih masih melihat dampak ekonomi terbatas dari wabah, dengan pengurangan 0,2% yang diharapkan dalam pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.

JPMorgan juga ikut mengoreksi ramalannya mengenai penurunan PDB kuartal pertama AS sebesar 0,25%, sedangkan Goldman Sachs sebesar 0,40% dan Moody sebesar 0,45%.

Menurut Bank Dunia, endemi yang tergolong parah dapat menyebabkan kerugian ekonomi sebesar hampir 5% dari PDB global atau USD3 triliun atau Rp40.974 triliun (Kurs Rp13.658/USD), sementara endemi yang lebih lemah, seperti flu babi tahun 2009, dapat menghapus 0,5% dari PDB global.

Sementara Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida baru-baru ini menyebut penyebaran virus sebagai "kartu liar”. Dia juga mengatakan bahwa tidak akan ada kerusakan abadi pada ekonomi AS jika penyebaran virus korona diselesaikan dalam satu atau dua kuartal.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga ikut berkomentar mengenai hal ini. Dia menyampaikan keprihatinannya dan menyatakan bank sentral sedang memantau dengan seksama apakah virus korona dapat merugikan ekonomi AS atau tidak.

"Saya pikir kita tahu akan ada efek pada China pada kuartal pertama tahun ini dan tetangga dekat China dan mitra dagang utamanya," kata Powell.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini