nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona, Bank Dunia Tawarkan Bantuan Teknis tapi Bukan Uang

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 13:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 20 2167251 virus-korona-bank-dunia-tawarkan-bantuan-teknis-tapi-bukan-uang-HGpQkc1R7o.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) menawarkan bantuan teknis kepada China untuk memerangi epidemi virus korona. Akan tetapi bantuan ini bukan berupa pinjaman baru, karena China memiliki cadangan devisa sebesar USD3,115 triliun pada Januari.

Baca Juga: Virus Korona Diperkirakan Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 0,3%

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu China, termasuk menawarkan saran tentang darurat kesehatan global belum lama ini tetapi pihaknya menegaskan tidak akan memberi bantuan keuangan apa pun karena China memiliki sumber daya yang cukup.

"Pikiran saya adalah bahwa kita semua berharap cara cepat untuk mengatasi virus korona di China. Kami telah menawarkan bantuan teknis di bidang kebijakan kesehatan, sanitasi dan penyakit.” ungkapnya seperti dilansir CNBC, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Wabah Virus Korona Bikin Maskapai Penerbangan Dunia Rugi Besar

Bank Dunia yang dibentuk setelah Perang Dunia II untuk membangun kembali ekonomi Eropa memiliki sekitar USD470 miliar atau setara dengan Rp6.419 triliun (dalam kurs Rp13.658) aset dan jika menyatakan bahwa China menjadi peminjam terbesar yang dilakukan sejak 2011 lalu telah mencapai USD14,8 miliar atau setara dengan Rp202 triliun.

China juga merupakan pemegang saham terbesar ketiga di Bank Dunia setelah Amerika Serikat dan Jepang.

"China memiliki cadangan internasionalnya sendiri yang besar dan pinjaman baru tidak dipertimbangkan saat ini," kata Malpass

Bank Dunia mengatakan para ahlinya sedang berdiskusi dengan pihak berwenang China agar dapat membantu memberikan bantuan dalam pengawasan penyakit, keamanan pangan, pelajaran dari pandemi sebelumnya dan analisis dampak wabah virus korona terhadap ekonomi China.

Di China, lebih dari 300 perusahaan dari layanan pengiriman makanan hingga pembuat ponsel pintar mencari pinjaman lebih dari USD8,2 miliar setara dengan Rp111 triliun untuk mengurangi dampak dari virus korona. Pertumbuhan ekonomi negara ini diperkirakan melambat menjadi jadi 5% atau kurang di bawah itu pada kuartal ini karena virus korona.

Malpass menolak untuk menawarkan perkiraan dampak krisis terhadap pertumbuhan ekonomi China atau dunia. Dia mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Bank Dunia akan memangkas proyeksi ekonomi.

“Jelas, coronavirus memperlambat pertumbuhan di paruh pertama tahun 2020. Apa konsekuensi jangka panjangnya yang harus kita lihat ketika respons terjadi dan penyesuaian dilakukan, China baru saja kembali dari liburan panjang Tahun Baru Imlek, jadi kita harus mengevaluasi pertumbuhannya." ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini