nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Elektronifikasi Transaksi Bikin Pendapatan Pemda Naik Berlipat-Lipat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 17:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 13 20 2168017 elektronifikasi-transaksi-bikin-pendapatan-pemda-naik-berlipat-lipat-HoYptwqfNO.jpg Kartu Kredit (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai elektronifikasi transaksi di pemerintah daerah (pemda) dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Hal itu berdasarkan pengalaman BI dalam melakukan elektronifikasi di beberapa daerah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, elektronifikasi dapat dilakukan pada pengelolaan anggaran di pemda. Termasuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), retribusi, pajak hotel dan restoran, juga pemanfaatan Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai uang elektronik.

"Itu akan jadi sumber penerimaan daerah, termasuk juga penguatan data base pemda." kata Perry di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: BI: Aliran Modal Asing yang Masuk RI Capai Rp220,9 Triliun

Menurutnya, dengan elektrifikasi transaksi maka akan mendorong efektifitas dan efisiensi dari pengelolaan keuangan di daerah, termasuk pada anggaran dari pusat ke daerah. Dengan demikian, transaksi pemda itu juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan tingkat inklusi, baik di dareh maupun pusat.

Perry menyatakan, beberapa daerah sudah menunjukkan elektrifikasi transaksi meningkatkan penerimaan daerah tersebut. Seperti di Kabupaten Sleman yang pendapatannya naik lima kali lipat dalam 5 tahun terakhir karena elektronifikasi.

Baca juga: Indonesia 'Diguyur' Aliran Modal Asing Rp217 Triliun

"Pengalaman kami elektronifikasi di berbagai provinsi dan kabupaten yang sudah berhasil, itu penerimaan daerahnya naik berlipat-lipat," ujarnya.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menambahkan, hingga akhir 2019 sudah sekitar 90% pemda sudah menerapkan elektronifikasi transaksi. Seperti pada sistem pembayaran gaji (payroll) sudah 100% diterapkan pemda.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga didorong melakukan payroll. Menurutnya, BUMD di 31 provinsi sudah menerapkan payroll dengan capaian 91%, lalu di 84 kota dengan capaian 90%, serta 290 kabupaten dengan capaian 70%.

"Jadi relatif memang elektronifikasi sudah banyak dilakukan di banyak daerah, utamanya dorong optimalisasi penerimaan pemda sekitar 4-5 kali meningkat dengan adanya ini," jelasnya.

Oleh sebab itu, ke depannya BI bersama pemerintah akan mendorong percepatan dan perluasan elektronifikasi di berbagai daerah. "Kemudian masuk ke ekspansi transaksi lain oleh pemda, yakni kami akan batasi minimal 1-2 transaksi baru sebagai perluasan," kata Dody.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini