nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Mereda, Wall Street Cetak Rekor Baru

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 07:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 13 278 2167670 virus-korona-mereda-wall-street-cetak-rekor-baru-AcBfkz497q.jpg Wall Street Cetak Rekor (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kembali mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat karena meredanya kekhawatiran akan virus korona atau corona virus (Covid-19). Hal ini membuat investor tetap berada di ring pasar.

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (13/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average naik 274,46 poin atau 0,94% menjadi 29.550,8, indeks S&P 500 naik 21,63 poin, atau 0,64% menjadi 3.379,38 dan indeks Nasdaq Composite naik 87,02 poin, atau 0,9% menjadi 9.725,96.

Baca Juga: The Fed Soroti Virus Korona, Indeks Dow Jones Ditutup Flat

Saham teknologi memimpin penguatan di Wall Street yang mendorong ketiga indeks saham utama AS ke level tertinggi baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi untuk tiga sesi berturut-turut. Sementara, indeks Dow mencapai rekor penutupan terbaru pada 6 Februari.

Saat ini China telah melaporkan jumlah kasus virus korona terendah dalam dua minggu, sehari setelah penasihat medis senior Beijing mengatakan epidemi itu bisa berakhir pada April.

Baca Juga: 2 Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor

"Jelas, pasar lega atas fakta bahwa tampaknya kasus-kasus baru dari virus korona tampaknya berkurang," kata Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities di New York Peter Cardillo.

Virus korona telah menakuti para investor di tengah-tengah karantina yang membuat gangguan rantai pasokan dan penutupan beberapa pabrik di China. Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perlambatan yang tampak dalam penyebaran epidemi harus dilihat dengan sangat hati-hati.

Pelaku pasar mengindahkan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell ketika dia menyelesaikan laporan ekonomi tengah tahunan sebelum Kongres, di mana dia mengatakan bank sentral memantau dengan cermat virus korona dan ancaman lainnya.

"Ketua Powell menempel pada skripnya, dan itu juga kabar baik bagi pasar," Cardillo menambahkan. "(Dia) meyakinkan pasar bahwa Fed ada di sana, bersedia dan siap, jika perlu, untuk merangsang ekonomi."

Memang, Powell menegaskan kembali kepercayaannya pada keberlanjutan ekspansi ekonomi AS saat ini, sekarang di tahun ke-11.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini