nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Virus Korona, Bikin Harga Babi Naik hingga Sektor Pariwisata Tertekan

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 07:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168392 fakta-virus-korona-bikin-harga-babi-naik-hingga-sektor-pariwisata-tertekan-dgxvVBe8Q5.JPG Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

3. Industri Pariwisata Singapura Kehilangan Sebagaian Besar Wisatawan

Badan Otoritas Pariwisata Singapura memprediksi penurunan jumlah wisatawan ke Singapura mencapai 25% hingga 30% imbas penyebaran virus korona atau corona virus. Industri pariwisata Singapura harus siap untuk dampak yang lebih buruk lagi dibandingkan SARS pada 2003.

Apalagi saat ini Singapura menaikkan status kewaspadaan virus korona dari kuning menjadi oranye. Adapun warna oranye menandakan penyebaran virus korona sangat serius dan berdampak luas pada kesehatan publik.

Tercatat, China menyumbang 20% wisatawan yang datang ke Singapura. Lebih besar dibandingkan Indonesia dan India. Sementara itu, larangan pemerintah China untuk keluar dan langkah Singapura yang melarang warga negara China masuk telah menekan sumber pendapatan utama pada sektor pariwisata.

“Kami memiliki lebih dari 1.600 pemandu wisata yang memandu dalam bahasa Mandarin dan mata pencaharian mereka juga terganggu karena banyak dari mereka adalah pekerja lepas,” kata Tan.

4. Harga Pangan Ikut Naik

Wabah virus Korona membuat harga bahan makanan di China mengalami kenaikan. Hal ini menambah tekanan pada anggaran rumah tangga di negeri tirai bambu tersebut.

Mengutip CNN Business, Jakarta, Selasa (11/2/2020), makanan menjadi sepertiga pengeluaran konsumen China. Babi yang menjadi andalan di China sudah di bawah tekanan karena penyakit yang menjangkit tersebut dan membuat harganya meroket 116%.

Harga sayuran 17% lebih mahal. Barang-barang lain melihat harga sederhana naik sebagai perbandingan, pbiaya erawatan kesehatan 2,3% lebih mahal, sementara harga pakaian naik 0,6%.

5. Huawei dan Baidu Mulai Buka Kantornya

Beberapa perusahaan di China mulai beroperasi kembali, namun ada juga perusahaan yang memperpanjang jadwal liburan pekerjannya sebagai antisipasi penyebaran virus corona di negara tersebut. Huawei membuka kembali kantor pusatnya di Shenzhen. Perusahaan pembuat smartphone tersebut membuka kantor yang mempekerjakan sekira 40.000 orang. Hal ini berdasarkan keputusan pemerintah setempat yang mengizinkan bisnis dibuka kembali.

Perusahaan lain yang mengizinkan pekerja mereka kembali ke kantor, tetapi dalam kondisi yang ketat yakni Baidu. Penyedia mesin pencari teratas China, mengatakan membuka kembali kantornya, tetapi yang masuk harus memenuhi persyaratan karantina, dan mereka hanya dapat kembali bekerja setelah persetujuan.

Meski beberapa bisnis sudah kembali beroperasi dengan normal, Tencent dan Alibaba memilih untuk memperpanjang waktu libur pekerjanya. Tencent yang berbasis di Shenzhen, meminta stafnya bekerja dari rumah dan akan terus melakukannya setidaknya selama dua minggu ke depan.

Raksasa e-commerce, Alibaba telah meminta karyawan untuk bekerja dari rumah selama satu minggu lagi. Selain itu, pembuat drone DJI, juga meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini