nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Wabah Covid-19, Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Keluhkan Langkanya Masker

Jum'at 14 Februari 2020 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168397 imbas-wabah-covid-19-pekerja-migran-indonesia-di-hong-kong-keluhkan-langkanya-masker-oNHQqRKTYG.jpg Masker (Newshub)

JAKARTA - Pekerja migran Indonesia di Hong Kong mengeluhkan kelangkaan dan kesulitan untuk mendapatkan masker akibat dari pengaruh virus corona atau Covid-19. Pemerintah Indonesia pun terus berupaya memenuhi kebutuhan itu dengan membagikan puluhan ribu masker.

Pekerja migran Indonesia, Eka Septi Susanti, mengatakan harga satu boks masker isi 50 harganya mencapai Rp500 ribu bahkan hingga Rp800 ribu di Hong Kong. Normalnya di bawah Rp200 ribu.

 Baca juga: Menpan-RB Bakal Bereskan TKW Bermasalah di Dubai

"Pekerja migran tak semua mendapatkan masker dari majikan, kita harus membeli sendiri sedangkan masker langka. Ada yang dapat dari majikan dan dipakai satu minggu," kata Septi mengutip BBC Indonesia Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Septi berasal dari Tegal, Jawa Tengah dan sudah tinggal lebih dari enam tahun di Hong Kong. Septi bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT).

Ia merupakan satu dari lebih 170 ribu orang pekerja migran Indonesia yang tinggal di Hong Kong.

 Baca juga: BI: Transfer Dana Dari TKI Hanya USD8,8 Miliar, Masih Kecil

Untuk membeli masker, kata Septi, ia harus mengantre panjang hingga berjam-jam bahkan berebutan.

"Tapi banyak teman-teman yang tidak membeli masker karena mahal, lebih baik mereka beli makanan sehat," ujarnya.

Septi menceritakan, bahkan ia harus mengirim masker dari Indonesia ke Hong Kong akibat mahal dan sulitnya mendapatkan masker.

Di Hong Kong, kata Septi, pemerintah menetapkan puluhan titik lokasi yang memiliki potensi tinggi penyebaran virus corona atau 2019-nCoV.

Wilayah tempat tinggal Septi, yaitu Distrik Wong Tai Sin, adalah salah satunya.

"Iya ketakutan, kalau ke pasar tidak setiap hari, sekarang jadi terbatas, kalau tidak penting kita tidak keluar," kata Septi.

Namun, hingga kini, Septi belum ada keinginan untuk pulang ke Indonesia akibat dari virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini