nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Memikat Konsumen, Cermati Perilaku hingga Seleranya

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 14:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 15 320 2168920 cara-memikat-konsumen-cermati-perilaku-hingga-seleranya-rAQZ1fjJhl.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Sebagai pebisnis harus tahu persis perilaku dasar konsumennya. Dengan mengetahuinya, pebisnis dapat mengambil hati konsumen agar banyak yang tetap berbelanja di tokonya dan memenangkan persaingan pasar.

Untuk memudahkan perencanaan, pahamilah proses pengambilan keputusan kosumen untuk membeli. Memahami proses ini sangat penting bagi pebisnis karena bisa mengetahui jalan pikiran konsumen. Jika seorang pebisnis merencanakannya dengan baik, maka mereka akan dapat menjaring lebih banyak konsumen dibandingkan pesaingnya.

Baca juga: Buka Usaha Kuliner, Jangan Lupa Izin dari Institusi Kesehatan

Seperti dikutip buku ‘Buku Pintar Mengelola Usaha bagi Pemula: 101 Pedoman Buku Usaha Langsung Meraih Laba’ karya William Tanuwidjaja yang terbit pada 2016, Jakarta, Selasa (11/2/2020), transaksi pembelian oleh konsumen sesungguhnya adalah ujung akhir dari sebuah proses. Jika sudah selesai bertransaksi, maka sudah selesai prosesnya.

Alurnya yaitu calon konsumen menerima informasi mengenai sebuah produk sebelum membelinya. Lalu mereka membandingkan dengan produk lain. Kemudian calon konsumen kemungkinan akan mempertimbangkan untuk membelinya, misalnya dengan bertanya orang terdekatnya. Setelah itulah mereka memutuskan untuk membeli.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan agar mengetahui perilaku pasar dan selera konsumen. Salah satu cara yang ampuh yaitu dengan berinteraksi terus-menerus dengan konsumen.

Baca juga: Ingin Jadi Pengusaha Harus Punya 7 Sifat Dasar Ini

Misalnya, ada dua warung nasi padang yang berjualan berdekatan di pinggir kota. Sebuah warung nasi padang tampak ramai setiap harinya. Banyak orang mengantre untuk membeli nasi padang itu. Sayangnya warung nasi padang sampingnya, hanya sedikit orang saja yang membeli di sana.

Ada suatu hal yang menyebabkan jumlah pengunjungnya berbeda. Ternyata keramahan pemilik warung yang pertama adalah kuncinya. Pemilik warung pertama selalu menyapa pelanggannya dan menanyakan kabar konsumennya. Pendekatan inilah yang tidak dilakukan oleh pemilik warung nasi padang kedua.

Intinya, buatlah konsumen merasa senang agar mereka mau membeli produk kita lagi. Sambutlah mereka dengan ramah tamah. Jalinlah pertemanan dengan mereka. Terimalah kritik dan saran dari mereka dengan santun. Begitu ada pendekatan pribadi, maka mereka akan menjadi konsumen seumur hidup.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini