nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rehabilitasi 14 Juta Ha Lahan Kritis, Menteri LHK Bangun 179 Kebun Bibit Desa

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 16:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 16 470 2169339 rehabilitasi-14-juta-ha-lahan-kritis-menteri-lhk-bangun-179-kebun-bibit-desa-wZtYIrxt9I.jpg Menteri LHK Siti Nurbaya Memberi Penjelasan kepada Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Kementerian LHK)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian khusus terhadap 14 juta hektar (ha) lahan kritis di Indonesia. Kepala Negara pun menginstruksikan supaya dilakukan penanaman supaya ada pengembalian fungsi lahan tersebut.

Menyikapai hal ini, Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, pihaknya pada tahun ini, akan membangun sebanyak 179 unit Kebun Bibit Desa dan Kebun Bibit Rakyat di DAS Solo dan DAS Serayu.

"Pemerintah akan terus melakukan secara intensif upaya rehabilitasi lingkungan untuk semakin mengurangi lahan kritis," tutur Menteri Siti Nurbaya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/2/2020).

Baca Juga: Pengesahan RUU Pertanahan Ditunda, Simak Fakta-Fakta Menariknya

Menurut Siti, keberhasilan upaya revitalisasi ini perlu didukung suplai bibit melalui Kebun Bibit Desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi.

Seperti di Desa Jatisari, dibangun Kebun Bibit Desa oleh kelompok Mulyo Jati, dengan kapasitas bibit 60.000 batang. Sehingga total ada 82.500 batang termasuk bibit yang telah ditanam masyarakat bersama Presiden Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Bakal Bentuk Lembaga Penjamin Pertanahan, Apa Fungsinya?

Untuk jenisnya terdiri atas, klengkeng (1.250 batang), durian (1.500 batang), alpukat (2.750 batang), petai (2.750 batang), sirsak (5.000 batang), jambu mete (5.000 batang), jengkol (2.000 batang), sengon laut (38.250 batang), sukun (1.000 batang), gayam (1.000 batang), beringin (1.000 batang), vetiver (17.000 batang) dan porang (4.000 batang).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengunjungi masyarakat Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri Sabtu 15 Februari 2020. Kunjungan Presiden untuk melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon dan tanaman vetiver guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur.

Siti menambahkan, dalam mencegah erosi tebing serta mengurangi laju sedimentasi ke Dam Gajah Mungkur, selain dengan penanaman pohon juga dilakukan pembangunan Dam Penahan sebanyak satu unit serta pembuatan teras bangku, guludan dan trucuk.

Kombinasi berbagai perlakuan tersebut dilakukan secara holistic pada satu system lahan, sehingga pola pencegahan erosi tebing dan longsor berjalan efektif. Penataan ruang, pengendaliannya serta pengembalian fungsi retensi air di setiap segmen bentang alam harus menjadi perhatian semua pihak.

Selanjutnya untuk keterlanjuran pemanfaatan ruang di daerah rawan erosi dan sedimentasi harus dibarengi dengan strategi konservasi yang mempertimbangkan karakteristik lahan. Penanganan erosi dan sedimentasi di bagian hulu DAS oleh KLHK harus menjadi program terintegrasi dengan edukasi masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan lahan sebagai ekspresi dari keterlibatan masyarakat dalam kelestarian lingkungan secara utuh.



1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini