Share

Masih Pakai Listrik Ilegal? Siap-Siap Dipenjara

Irene, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 320 2169786 masih-pakai-listrik-ilegal-siap-siap-dipenjara-AtmCZ8TJ6P.jpg Listrik (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT PLN (Persero) membeberkan kerugian jika ketahuan menggunakan listrik secara ilegal. Salah satunya bisa masuk penjara.

"Hari gini masih nyantol listrik? Hmm sebaiknya jangan deh #Electrizen. Rugi banget deh kalau sampai ketauan kalau listriknya ilegal 😔" tulis PLN UID Jakarta Raya dalam unggahan akun Instagramnya @pln_disjaya seperti dikutip Okezone, Senin (17/2/2020)

Baca Juga: Kwh Meter Muncul Kata 'Periksa', Ini Cara Mengatasinya

PLN menyatakan, penggunaan listrik secara ilegal telah dianggap sebagai tindakan haram melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, PLN menegaskan hukuman yang dituai dalam tindakan ilegal itu tidak ringan.

"Selain telah ditetapkan sebagai kasus yang haram dengan dikeluarkannya fatwa MUI, hukumannya juga gak tanggung-tanggung, lho," tulis PLN.

Baca Juga: Butuh Rp10,7 Triliun untuk Listriki Seluruh Wilayah Indonesia

Jika pelaku merupakan pelanggan PLN, maka hukuman akan berupa denda dan ganti rugi. Perhitungan besaran denda dan ganti rugi ini akan dihitung langsung oleh pihak PLN.

"Kalau pelaku terbukti berstatus pelanggan, akan diberikan hukuman perdata berupa denda dan ganti rugi. Besaran denda dan ganti rugi tersebut ada perhitungannya dari pihak PLN," jelas PLN

Namun jika pelaku adalah bukan pelanggan PLN, maka hukuman terberat yang akan diberikan adalah masuk bui. "Nah, buat pelaku yang tidak berstatus pelanggan akan mendapat hukum pidana alias bisa masuk penjara 😱" tambah PLN.

Di akhir kata, PLN mengimbau untuk masyarakat yang melakukan pelanggaran ini untuk mengajukan permohonan instalasi listrik. Permohonan ini dapat langsung disampaikan melalui kontak center PLN.

"Mending kalau #Electrizen butuh listrik, langsung aja mengajukan permohonan Pasang Baru dengan hubungi Contact Center PLN 123 atau via PLN Mobile," ungkap PLN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini