nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kinerja Apple Kian Tertekan karena Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 11:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 19 278 2170731 kinerja-apple-kian-tertekan-karena-virus-korona-itmMrYEDUX.png Virus Korona di China (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Apple Inc mencatatkan penurunan saham hingga 2% dalam perdagangan Selasa waktu setempat. Penurunan saham perusahaan pembuat iPhone itu pun mengejutkan bursa saham di seluruh dunia.

Penyebab utama dari penurunan saham tersebut adalah virus corona. Virus yang telah menewaskan ribuan orang ini membuat kinerja Apple kurang maksimal. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (19/2/2020).

Di mana pasokan untuk iPhone dibatasi sementara karena fasilitas manufaktur di China masih belum beroperasi dengan kapasitas penuh. Selain itu, virus yang mengganggu operasi toko telah mempengaruhi penjualannya di China.

Baca Juga: Anjlok 2%, Saham Apple Pengaruhi Bursa Dunia

Wabah ini juga memangkas setengah permintaan smartphone di China. Alhasil, Apple memperkirakan pendapatan penjualan pada kuartal I tahun ini tidak capai target.

Apple memperkirakan pendapatannya pada kuartal ini sebesar USD63 miliar hingga USD67 miliar. Namun, karena ada virus corona diperkirakan hanya mencapai USD62,4 miliar.

Baca Juga: Apple Prediksi Target Pendapatan Tak Tercapai akibat Virus Korona

Pembukaan beberapa toko seperti di Beijing juga belum bisa mengangkat kinera perusahaan. Pasalnya, Apple Store belum buka secara normal. Ada pembatasan jam operasi, sekitar setengah jam dari biasanya. Setiap toko sekarang buka mulai pukul 11:00-18:00 waktu setempat, sebelumnya toko buka dari jam 10: 00-22:00 waktu setempat.

Tidak hanya itu, Apple juga memberlakukan syarat untuk pengunjung, dimana pengunjung harus melakukan pemeriksaan suhu untuk mencegah penyebaran virus korona (COVID-19). Apple juga membatasi jumlah pelanggan yang diizinkan di toko pada satu waktu.

Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook menjelaskan telah menutup seluruh toko ritel dan mempersingkat jam di beberapa toko yang masih buka. Dan perusahaan secara teratur terhadap toko yang tetap buka serta melakukan pemeriksaan pada karyawan untuk menghindari penyebaran virus.

"Kami juga bekerja dengan tim dan mitra di daerah yang terkeba dampat dan memiliki perjalanan yang terbatas ke situasi krisis. Kami juga mengumpulkan data titik dan memonitornya dengan cermat," imbuh Tim.

Apple yang khawatir karena manufaktur perusahaan terutama produksi Iphone berpusat di Wuhan. Mereka juga memiliki beberapa pemasok di Wuhan dan dikenal sebagai pusat produksi.

Cook telah menunda pembukaan pabrik di daerah ini dari akhir Januari sampai 10 Februari. Untuk meminimalisir faktor risiko kehilangan produksi di fasilitas dan mengembangkan rencana mitigasi berdasarkan sumber alternatif.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini