nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Wisata, Pulau Morotai Jadi Pintu Perdagangan RI di Wilayah Perbatasan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 09:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 19 320 2170697 selain-wisata-pulau-morotai-jadi-pintu-perdagangan-ri-di-wilayah-perbatasan-tWtdMEiz35.jpg Jalan dan Jembatan di Pulau Morotai. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jalan dan jembatan sebagai akses di Pulau Morotai yang masuk dalam program 10 destinasi wisata yang di dalam terdapat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pembangunan infrastruktur tersebut juga menjadikan salah satu pulau terluar dan terdepan sebagai gerbang perdagangan Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan penanganan jalan berupa peningkatan kualitas jalan, pembangunan jalan ruas baru, dan pembangunan jembatan pada Ruas Jalan Lingkar Morotai sepanjang 201,89 Km yang dilaksanakan pada 2019 dengan anggaran Rp273,86 miliar. Pembangunan ruas Jalan Lingkar Morotai merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 56 Tahun 2018.

Baca Juga: Urai Kemacetan, Kementerian PUPR Bangun Flyover Purwosari

Peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata di Pulau Morotai. Di mana pulau ini menyimpan potensi kekayaan alam bahari dan budaya, dengan sejumlah obyek wisata yang ditawarkan seperti Pantai Dodola, Pulau Zumzum, dan Museum Trikora.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” kata Basuki, dalam keterangannya, Rabu (19/2/2020).

Penanganan Ruas Jalan Lingkar Morotai yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terbagi dalam beberapa pekerjaan, di antaranya pembangunan jalan baru ruas Sofi-Wayabula sepanjang 6 Km, dengan biaya sebesar Rp32 miliar. Preservasi jalan pada ruas batas kota Daruba - Daeo/Sangowo - Bere Bere - Sofi - Daruba – Wayabula sepanjang 195,29 Km dengan biaya Rp10,43 miliar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Cek Pembangunan Pengendali Banjir Lahar Gunung Merapi di Magelang

Selanjutnya, pembangunan dan penggantian 6 jembatan dengan biaya sebesar Rp231,43 miliar yang terdiri dari ruas Bere Bere – Sofi sepanjang 152 meter dan 7 meter, jembatan Sofi-Wayabula 1 sepanjang 125,80 meter, Sofi-Wayabula 2 sepanjang 100 meter, Sofi-Wayabula 3 sepanjang 87 meter, dan Sofi-Wayabula 4 sepanjang 125 meter. Seluruh pekerjaan fisik pembangunan Jalan Lingkar Morotai saat ini telah rampung 100%.

Secara keseluruhan, Kementerian PUPR sejak 2015-2018 telah menganggarkan Rp787,8 miliar untuk mendukung peningkatan konektivitas KSPN Pulau Morotai. Ketersediaan infrastruktur jalan dalam kondisi mantap diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan mobilitas guna mempercepat waktu tempuh dan mengurangi biaya transportasi yang berpengaruh terhadap biaya logistik.

Selain KSPN, Pulau Morotai dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terhubung dengan Bandara Pitu, Pelabuhan Daruba, dan Pelabuhan Wayabula. Peningkatan kualitas konektivitas diharapkan mendukung pengembangan ekonomi daerah, diantaranya sektor pariwisata di Maluku Utara.

Tersambungnya jalan dari wilayah Wayabula-Sofi akan mendukung terwujudnya Pulau Morotai sebagai pintu gerbang perdagangan di Indonesia atau pusat logistik di wilayah perbatasan. Hal ini akan memberikan peluang besar Pulau Morotai sebagai sentra kegiatan perdagangan kawasan pasifik dan pusat ekonomi di Indonesia bagian Timur di masa depan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini