nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Budi Waseso Mau Jual Kopi Ganja ke Eropa

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 12:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 320 2170779 bos-bulog-mau-jual-kopi-ganja-ke-eropa-X5UucZMLMn.jpg Direktur Utama Bulog Buwas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso berencana membawa kopi Ganja (campuran Gayo-Jawa) ke pasar internasional. Pasar Eropa yang pertama akan diincar untuk memasarkan kopi Ganja ini

Menurut Buwas, saat ini saja sudah ada 7 negara yang meminta pasokan kopi Ganja. Bahkan nama kopi Ganja lebih populer di negara negara Eropa dibandingkan di dalam negeri.

Baca Juga: Sri Mulyani Berikan "Cap Merah", Ini Alasan Bulog

"Coba kita jual ke negara luar yaitu di Eropa. Dan mengejutkan sampai Eropa luar biasa akhirnya saya terkonsentrasi dengan produk di Eropa. Ada 7 negara yang minta terus. Jadi nama ini terkenalnya di Eropa. Di Indonesia belum, memang belum," ujarnya di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Kopi Ganja sendiri merupakan salah satu menu yang ada di kedai Jenderal Kopi Nusantara Buwas yang diresmikan pada hari ini. Nama kopi Ganja merupakan campuran dari kopi Gayo dan Jawa.

Baca Juga: Banjir dan BPNT, Penyebab 20.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu

Kopi Ganja terinspirasi dari tanaman ganja yang ada di Aceh. Ketika dirinya masih bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), dirinya melihat banyak sekali tanaman ganja yang tumbuh subur di Aceh.

Bahkan ganja asal Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Oleh karena itu, dirinya pun sangat penasaran apa yang membuat ganja asal Indonesia begitu populer di dunia.

"Ganja Indonesia ini number one di dunia. Sumbernya dari Aceh. Begitu saya pelajari ternyata tanahnya udaranya, ketinggiannya sangat baik untuk ditanam ganja," ujarnya

Hanya saja lanjut Buwas, dirinya menginginkan produk pengembangan ganja lain yang bisa ikut menyusul go internasional. Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah pengembangan kopi.

"Akhirnya program alternatif development itu saya laksanakan di Aceh dibantu teman-teman BNN. Akhirnya di situ, pendek cerita, saya berhasil melaksanakan alternatif perkebunan itu dengan tanaman kopi," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini