Jokowi Kesal Pemda Tak Habiskan Dana Transfer Daerah Rp220 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 20 2171431 jokowi-kesal-pemda-tak-habiskan-dana-transfer-daerah-rp220-triliun-xm5sxjpHcu.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada kepala daerah baik gubernur, wali kota dan bupati terkait penggunaan dana transfer daerah yang telah diberikan pemerintah pusat. Menurut Jokowi, pada akhir tahun lalu masih ada banyak dana transfer daerah yang masih tersisa di bank daerah dan tidak digunakan.

Jokowi bercerita mengenai sulitnya memungut pajak dari masyarakat yang kemudian nantinya hasil pajak itu ditransfer ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Saya peringatkan di November dan Oktober 2019 yang lalu uang yang berada di bank-bank daerah di mana APBD itu disimpan masih pada angka Rp220 triliun sehingga tidak mempengaruhi ekonomi daerah," ujar Jokowi saat Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Tak Masalah Namanya Dicatut untuk Selesaikan Problem Investasi

Dia mengetahui, pada Desember 2019 dana transfer daerah mengalami penurunan hingga Rp110 triliun. Namun, angka itu masih cukup besar dan akan lebih baik jika digunakan untuk mensejahterakan masyarakat di masing-masing daerah dan meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Ini apabila bisa dihabiskan sebetulnya beredar di masyarakat ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi mempengaruhi kesejahteraan ada di daerah itu," ungkap dia.

Baca Juga: Sri Mulyani Keluhkan Uang Negara Rp220 Triliun Menumpuk di Rekening Daerah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengeluhkan tumpukan uang negara yang hanya mengendap di rekening kas umum daerah.

Menurutnya, hingga akhir November 2019, terpantau uang yang hanya mengendap di rekening daerah mencapai Rp186 triliun. Di mana pada bulan-bulan sebelumnya, mencapai Rp220 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini