BI Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 di Kisaran 5%-5,4%

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 20 2171495 bi-pangkas-proyeksi-ekonomi-indonesia-2020-di-kisaran-5-5-4-yRdmIlaFLi.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020. Hal ini karena tertundanya prospek pemulihan ekonomi dunia imbas Virus Korona atau Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2020 akan lebih rendah. "Menjadi 5,0%-5,4%, dari prakiraan semula 5,1%-5,5% dan kemudian meningkat pada tahun 2021 menjadi 5,2-5,6%," ujar Perry, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

 Baca juga: Sri Mulyani Akui Ekonomi Indonesia Tertekan karena Virus Korona

Menurutnya, revisi prakiraan ini terutama karena pengaruh jangka pendek tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pasca meluasnya Covid-19. Di mana telah memengaruhi perekonomian Indonesia melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong. Hal ini agar tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia.

 Baca juga: Virus Covid-19, Sri Mulyani Sebut Laju Ekonomi Tahun Ini Akan Sulit

Sementara itu, pada 2019, pertumbuhan ekonomi tetap baik yakni 5,02%. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 5,17%.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang permintaan domestik yang terjaga, sedangkan kinerja ekspor menurun sejalan pengaruh perlambatan permintaan global dan penurunan harga komoditas," ujarnya.

 Baca juga: Virus Korona Tekan Ekonomi Singapura, Kalau RI Tergantung China

Secara spasial, permintaan domestik yang tetap baik ditopang oleh meningkatnya perdagangan antardaerah seperti di wilayah Sumatera. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan dan Bali-Nusa Tenggara tetap terjaga didukung oleh perbaikan ekspor komoditas primer.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Otoritas terkait guna memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan implementasi RUU Cipta Kerja dan Perpajakan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini