nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Virus Korona, Devisa Negara dari Pariwisata Bisa Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 20 2171657 imbas-virus-korona-devisa-negara-dari-pariwisata-bisa-turun-sotcEbxLeP.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dampak wabah virus korona terhadap perekonomian Indonesia kini sudah mulai terasa. Salah satu yang paling terkena imbasnya adalah kunjungan wisatawan mancanegara asal China yang berkunjung ke Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penutupan penerbangan dari dan menuju China menyebabkan penurunan jumlah wisman asal Tiongkok. Penurunan jumlah wisman ini bahkan diprediksi akan terjadi dalam enam bulan ke depan.

Pasalnya, penutupan penerbangan dari dan menuju China ini masih akan terus dilakukan sebalum adanya penyelesaian dari wabah virus korona. Bahkan pemerintah China memperkirakan penutupan penerbangan dari dan menuju China ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Baca Juga: Pakai APBN, Ini Skema Pemberian Diskon 30% untuk Turis Asing dan Lokal

“Terjadi penurunan wisatawan manca negara (asal China) selama 6 bulan. Ingat 2 bulan penutupan dan 6 bulan penurunan wisatawan mancanegara,” ujarnya di komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Oleh karena itu, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan dari wabah virus korona ini. Sambil memantau, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia akan mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menstimulus penurunan jumlah wisman asal China.

Sebab menurut Perry, jika dibiarkan maka akan berdampak kepada penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang juga turun. Apalagi, selama ini, penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata menjadi salah satu kontribusi terbesar.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Jokowi Janji Beri Diskon 30% Buat Turis Asing dan Lokal

"Turunnya wisman terutama ke RI akan berpengaruh terhadap penerimaan devisa dari pariwisata. Kurang lebih turun USD1,3 miliar penerimaan devisa dari pariwisata,” jelasnya

Selain itu, Bank Indonesia juga menyebut dampak ekonomi tak hanya terjadi pada sektor pariwisata. Pada sektor perdagangan baik itu ekspor maupun impor juga terkena dampak virus korona.

“Dan tentu saja kami melakukan assesment terhadap gangguan logistik. Baik terhadap ekspor ke China. Ataupun mengimpor,” kata Perry.

Tak hanya itu, dampak virus korona juga bisa saja berpengaruh terhadap investasi. Karena ada beberapa perusahaan yang menunda investasinya di RI khususnya yang berasal dari China

“Kami juga melihat bagaimana pengaruhnya terhadap tertundanya realisasi investasi itu berbagai hal,” jelasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini