nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta BI Turunkan Suku Bunga Acuan Imbas Virus Korona

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 06:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 21 20 2172197 fakta-fakta-bi-turunkan-suku-bunga-acuan-imbas-virus-korona-rO9D2OQOe1.jpg BI Turunkan Suku Bunga (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia akhirnya memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75% dari sebelumnya 5% pada Kamis 20 Februari 2020.

Keputusan ini diambil setelah BI menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Turun, BNI Kaji Penyesuaian Bunga

Sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Penurunan ini sebagai langkah BI untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global karena terjadinya virus korona atau corona virus (Covid-19).

Berikut fakta menarik soal penurunan suku bunga acuan BI seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (24/2/2020).

 

1. Suku Bunga Acuan BI Jadi 4,75%

Bank Indonesiamemutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75% dari sebelumnya 5%.

Baca Juga: BI Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 di Kisaran 5%-5,4%

Sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5%.

2. Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang aman, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19.

3. Strategi BI

Strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.

 

4. BI Akan Sesuaikan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)

Dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiayaan pada kantor cabang bank di luar negeri yang diperuntukkan bagi ekonomi Indonesia. Kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi antara lain melalui perluasan akseptasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta elektronifikasi bansos dan transaksi keuangan Pemda.

 

5. Antisipasi Covid-19

Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak Covid-19.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini