nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pemerintah Indonesia Siapkan Insentif Perekonomian Antisipasi Virus Korona

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 07:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 20 2172230 fakta-pemerintah-indonesia-siapkan-insentif-perekonomian-antisipasi-virus-korona-T2nAiRvGAO.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan insentif khusus guna mendorong industri-industri terdampak virus Korona atau Covid-19, salah satunya, pariwista. Adapun beberapa pariwisata utama yang jadi sorotan adalah di tiga lokasi, Bali, Bintan dan Batam.

Ketiga tempat wisata ini terancam karena jumlah kunjungan turis dari China turun drastis pasca menyebarnya virus corona.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, konsep pemberian insentif untuk lokasi wisata belum ada keputusan akan diberikan kepada penerbangan ataukah hotel-hotel di lokasi wisatawan tersebut.

 Baca juga: Imbas Virus Korona, Devisa Negara dari Pariwisata Bisa Turun

"Jadi gini, kalau kita punya perusahaan juga ngitung. Harga pokoknya berapa, berapa harga yang memang masih masuk (meski diberi subsidi). Sejauh harga itu, mereka akan turun. Akan rugi sedikit mereka akan turun. Cross subsidi. Tapi kan kalau ada insentif lebih bagus lagi. (Insentif) Belum ada satu keputusan," ujar Budi.

Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta Pemerintah Indonesia siapkan insentif untuk virus korona, Sabtu (22/2/2020) :

1. Harga Khusus untuk Penerbangan Domestik

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya sudah menginstruksikan kepada maskapai penerbangan untuk menyiapkan harga khusus pada tiga lokasi wisata yang dampaknya paling besar karena virus corona. Ketiganya yakni, Bali, Batam dan Bintan.

"Tiga itu sudah ngomong kasih harga khusus, kasih program khusus di sana," tutur Budi.

Budi menambahkan karena belum diputuskan soal, ada konsep supaya insentif bisa berjalan maksimal. Dirinya mengusulkan supaya insentif diberikan pada konsep paket wisata yang dilakukan antara maskapai dengan hotel.

 Baca juga: Pakai APBN, Ini Skema Pemberian Diskon 30% untuk Turis Asing dan Lokal

"Salah satu ide saya itu bundling, antara penerbangan dengan hotel. Di situ kasih insentif apa saya nggak tahu. Karena kalau tiga tempat ini ancaman hotel tutup, orang-orang tidak bisa berkerja. Nah ini yang mesti bantu," tuturnya.

2. Pemerintah Akan Mengkaji Opsi untuk Menjaga Perekonomian Indonesia Terfokus Pariwisata

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di dalam rangka melindungi perekonomian Indonesia, lanjutnya,perlu mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan terus berlanjut.

Sri Mulyani melanjutkan beberapa sektor sudah terpengaruh. "Dari sisi pariwisata dalam hal ini, kita melihat adanya penurunan dan juga dari sektor industri dan harga komoditas," ujar Sri di Istana Bogor, Bogor.

Oleh sebab itu, pemerintah akan mengkaji beberapa opsi untuk menjaga momentum perekonomian Indonesia terfokus pariwisata.

3. Akan Ada Alokasi Belanja Terhadap Turis Domestik

Pertama, apakah bisa membuat kegiatan-kegiatan di pusat tourism yang mengalami penurunan cukup besar karena adanya corona virus ini.

"Nantinya akan lebih ke alokasi belanja yang bisa dibelanjakan ke sektor tersebut," ujar Sri Mulyani.

Kedua, lanjutnya, apakah bisa dikaji berbagai hal seperti insentif atau subsidi terhadap penerbangan terutama terutama untuk turis domestik.

"Dalam rangka untuk terus meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," katanya.

4. Seluruh Penerbangan Tarifnya Diturunkan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh stakeholder untuk memberikan insentif kepada maskapai. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari wabah penyebaran virus korona yang berimbas pada kunjungan jumlah wisatawan.

Budi melanjutkan berdasarkan arahan dari Presiden Jokowi, seluruh pihak diminta untuk mendorong pemberian insentif agar tarif penerbangan bisa lebih murah. Khususnya tarif penerbangan yang menuju Bali, Manado dan Kepulauan Riau yang jumlah penumpangnya anjlok.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya: PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi Pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin Pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur,” ujarnya.

5. Insentif Tak Hanya untuk Maskapai, Tetapi Hotel juga Akan Diberikan Insentif

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan insentif ini adalah untuk semua. Menurutnya dalam menyikapi hal ini harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus korona ini, bukan hanya maskapai, tapi juga hotel dan sebagainya.

“Jadi kita mencoba kali ini untuk mendengarkan pemikiran dari maskapai dan kita juga sudah melakukan pembicaraan dengan PHRI dan sebagainya yang terkait dengan pariwisata secara keseluruhan. Jadi saya pikir ini adalah usaha kita untuk bagaimana dapat menghadapi tantangan virus korona ini, tidak mudah tetapi kita harus lakukan yang terbaik. Untuk kerugian ini masih berjalan, kita tidak tahu karena virus korona belum berhenti. Sebagai gambaran dalam setahun Tiongkok menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa USD 2,8 miliar,” kata Wishnutama.

6. Insentif Penerimaan Negara Bukan Pajak

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, adapun salah satu insentif yang akan diberikan adalah berupa pengurangan besaran kewajiban membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun, saat ini dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan sebagai pemilik kebijakan.

"Kan PNBP diusulkan oleh mereka kewenangan untuk mengurangi, meniadakan itu di Kementerian Keuangan. Jadi kita nanti ada putaran untuk rapat bersama Kemenkeu, Kemenhub, dan Kemenparekraf," ujar Budi.

Saat ini, maskapai harus membayar biaya PNBP sebesar Rp60 juta per sekali terbang. Angka tersebut dihitung dari 0,3% dari harga avtur yang dipakai pesawat tersebut.

"PNBP kalau pesawat mendarat kena biaya. Ada Rp60 juta," ucap Budi.

7. Diskon Landing Fee hingga Parking Fee untuk Maskapai

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ada beberapa skema insentif yang disiapkan. Misalnya adalah pemberian keringanan dalam membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kemudian hal lainnya adalah dengan memberikan diskon landing fee, parking fee hingga sewa ruangan kepada maskapai. Hal ini pun diamini oleh pihak operator bandara baik dari Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya PNBP akan kita kurangi, kemudian AP I dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya," ujar Budi mengutip keterangan tertulis.

8. Pemberian Insentif Ada di Tangan Sri Mulyani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah saat ini sedang mengkaji sejumlah insentif untuk mengatasi dampak negatif penyebaran virus korona terhadap perekonomian Indonesia.

"Ya lagi dihitung juga tadi. Sekarang di Kementerian Keuangan tempatnya ibu Sri Mulyani," ujar Menko Luhut di kantornya.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak begitu mengetahui detail insentifnya. Kemudian apakah insentif itu berwujud insentif fiskal dari sisi perpajakan. Dirinya pun menyebut akan ada semua.

"Ini masalah dunia. China juga kena, semua dunia kena. Maka itu bagaimana setiap negara ramai-ramai mengatasi masalah ini sendiri-sendiri," ungkap Luhut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini