nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masalah Keuangan yang Sering Terjadi di Keluarga, Cara Ini Bisa Jadi Solusinya!

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 320 2172037 masalah-keuangan-yang-sering-terjadi-di-keluarga-cara-ini-bisa-jadi-solusinya-YWoGDVnqSA.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - Merencanakan keuangan bukan hanya mengatur uang masuk dan keluar saat ini. Akan tetapi, perencanaan sampai 10 tahun ke depan bahkan 50 tahun kemudian.

Mengutip buku 'Hemat Bisa Miskin, Boros Pasti Kaya' oleh Rina Dewi Lina, mengatur uang masuk dan keluar dan berusaha mencukupi setiap bulannya adalah langka awal. Namun, perencanaan keuangan bukan hanya mengatur uang masuk dan keluar saat ini , tetapi merencanakan keuangan sampai 10 tahun ke depan bahkan sampai 50 tahun ke depan.

 Baca juga: Pengusaha Pemula Selalu Kena Masalah Keuangan, Kenapa?

Dengan perencanaan keuangan, kamu akan melihat dan merencanakan gambaran besar dari kehidupan kamu pada masa datang. Menurutnya, penghasilan yang besar belum tentu mencukupi kebutuhan sebuah keluarga dan penghasilan yang lebih sedikit, belum tentu tidak mencukupi kebutuhan sebuah keluarga.

Dirinya mencontohkan, salah seorang kerabat sebut saja Ani, mempunyai penghasilan lebih kecil dari Tuti. Namun Ani dapat menabung dengan teratur setiap bulannya. Adapun tuti selalu nombok setiap bulannya walaupun penghasilannya lebih besar. Hal ini terjadi karena tuti tidak mengelola keuangannya.

 Baca juga: Lebih Baik Beli atau Sewa Mobil? Ini yang Harus Dicermati!

Masalah keuangan memang sering terjadi dalam keluarga. Persoalan utamanya adalah karena tidak merencanakan pengeluaran atau sering terjadi pengeluaran mendadak yang tidak penting.

Misalnya, tiba-tiba melihat baju murah yang cantik, lalu memutuskan untuk membelinya saat itu juga. Atau sering membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan, tetapi hanya karena suka melihat barang tersebut.

Pendapatan yang diperoleh tidak didistribusikan untuk kebutuhan prioritas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

 Baca juga: Biar Tak Boros, Tata Keuanganmu dengan Amplop

Contoh kasus lain adalah ibu Tatik Tri, beliau merasa selalu kekurangan pendapatan karena gaji setiap bulan sering kali salah sasaran dalam pengeluarannya. Seharusnya digunakan untuk kebutuhan justru dihabiskan untuk keinginan.

Permasalahan keuangan lainnya yang sering terjadi adalah ketika harga kebutuhan keluarga membengkak dan pendapatan tidak juga bertambah. Prioritas mungkin sudah dilakukan oleh keluarga tetapi prioritas itu membutuhkan biaya yang lebih besar karena harganya meningkat. Hal ini sering membuat keluarga menjadi tersiksa dan stres apalagi pendapatannya hanya dari satu sumber.

Gaya hidup yang mementingkan keinginan, harga kebutuhan yang naik, dan satu lagi yang membuat kondisi keuangan bermasalah adalah ketiak masuknya kebutuhan baru namun tidak ada pendapatan baru. Misalnya ketika si sulung sudah msuk sekolah dan ada bayi baru dalam keluarga ini akan mengakibatkan pengeluaran bertambah.

Oleh karena itu, perlu membuat pemetaan keuangan yang baru untuk kondisi pengeluaran yang baru. Untuk mempermudahnya, mari kita mulai memetakan masalah keuangan keluarga Kamu.

Dirinya pun membuat suatu bagan yang dapat diisi. Dimana kmau menuliskan seperti apa adanya saat ini dan jangan direkayasa.

Kamu akan melihat bahwa permasalahan keuangan sangat mungkin muncul karena pengeluaran yang tidak tepat.

 Grafik Buku (foto buku)

Sekarang, kamu sudah mempunyai catatan keuangan beserta hasilnya. Dengan membuat peta keuangan maka keuangan kamu terindentifikasi.

Lembar kerja ini bisa dilengkapi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Catatlah dengan terbuka dan jujur agar mendapat gambaran jelas tentang penggunaan uang.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini