nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Sebut AS Hapus Indonesia dari Daftar Negara Berkembang Berpengaruh ke Ekspor

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 06:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 23 320 2172949 pengusaha-sebut-as-hapus-indonesia-dari-daftar-negara-berkembang-berpengaruh-ke-ekspor-POyuacXT6Y.jpeg Ilustrasi ekspor (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang. Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani, kebijakan ini bakal berdampak pada manfaat Generalized System of Preferences (GSP) AS untuk produk ekspor Indonesia.

GSP merupakan kebijakan untuk memberikan keringanan bea masuk terhadap impor barang-barang tertentu dari negara-negara berkembang.

"Karena berdasarkan aturan internal terkait GSP, fasilitas GSP hanya diberikan kepada negara-negara yang mereka (AS) anggap sebagai Least Developed Countries (LDCs) dan negara berkembang," kata Shinta saat dihubungi Okezone, Minggu (23/2/2020).

Selain Indonesia, sejumlah negara yang juga AS hapus dalam daftar negara-negara berkembang yakni Albania, Argentina, Armenia, Brazil, Bulgaria, China, Kolumbia, Kosta Rika, Georgia, Hong Kong, India, Kazakhstan, Republik Kirgistan, Malaysia, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, Rumania, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Thailand, Ukraina, dan Vietnam.

Baca Selengkapnya: AS Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Pengusaha Bicara Dampak ke Ekspor

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini