nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Menggerogoti Ekonomi Vietnam, Industri Pariwisata Kehilangan Rp41 Triliun

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 25 20 2173897 virus-korona-menggerogoti-ekonomi-vietnam-industri-pariwisata-kehilangan-rp41-triliun-d8rezeks7E.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Vietnam merasakan dampak ekonomi dari virus korona atau Covid-19. Namun, pada 14 Februari, Pemerintah Vietnam mengumumkan tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekonominya.

Banyak pabrik seperti Tan Hoang Gia Trading Co yang mengimpor kayu lapis dari China saat ini tidak dapat mendapatkan material itu. Pengunjung dari China meruapakan sepertiga wisatawan yang datang ke Vietnam.

Baca Juga: Promosi dan Insentif, Cara Jokowi Tingkatkan Kunjungan Turis ke RI

Melansir dari Business Insider, Selasa (25/2/2020), pada 14 Februari, pemerintah Vietnam mengumumkan tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekonominya untuk tahun 2020. Pada hari Senin, ada 16 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Vietnam dengan kasus secara global ada lebih dari 76.000 total kasus dan lebih dari 2.200 kematian. .

Virus korona bisa menyebabkan tingkat pertumbuhan PDB Vietnam turun sekitar 1% untuk tahun ini, walaupun Pemerintah menolak untuk menurunkan targetnya. Departemen Penasihat Pemerintah Vietnam Le Dang Doanh menyatakan virus ini berpengaruh terhadap beberapa sektor yaitu eskpor ke dan impor ke China, pariwisata, maskapai penerbangan, dan kereta api.

"Pemerintah masih mempertahankan target pertumbuhan agar tidak berubah. Saya pikir tingkat pertumbuhan PDB ekonomi Vietnam harus dikurangi 1% dari 6,9% menjadi 6%-5,9%," katanya.

Baca Juga: Jokowi Siapkan 'Vaksin' Penangkal Virus Korona ke Ekonomi RI

Beberapa Sektor Mengalami Tekanan

Kepala Jones Lang LaSalle menerangkan perusahaan real estat telah melihat dampak jangka panjang yang cukup kecil dari sudut pandang bisnis. Virus korona memiliki dampak langsung yang jelas pada sektor-sektor tertentu.

Para pejalan kaki juga tidak ingin berada di ruang publik karena mereka dapat terinfeksi. "Lalu lintas pejalan kaki di pusat perbelanjaan telah menuru, karena orang tidak ingin berada di ruang publik, tempat mereka dapat terjangkit," kata Wyatt.

Ada Penurunan Dramatis dalam Pariwisata

Wyatt menjelaskan sejumlah hotel jumlah terus turun, dan mencapai 60%. Departemen pariwisata Vietnam dipersiaokan untuk negara karna kehialangan miliaran dolar karena orang membatalkan rencana dan menghindari perjalanan.

"Dalam tiga bulan, perkiraan penurunan industri pariwisata mencapai USD3 miliar-USD4 miliar atau Rp41,7 triliun dengan kurs Rp13.896/USD)," kata wakil untuk departemen pariwisata Vietnam.

Pengunjung daru China merupakan sepertiga dari turis internasional di Vietnam. Hal ini disebabkan karena China melarang perjalanan dan Vietnam melarang masuknya turis yang terdampak virus.

 

Impor dan Ekspor Turun Secara Siginifikan

Vietnam mengumumkan telah melakukan pembatasan perdagangan dengan China untuk menbantu bisnis yang terdampak virus korona pada Kamis (20/2/2020).

Pengecer juga Terkena Dampak Negatif

Analisis Cowen Oliver Chen memperkirakan virus korona memberikan dampak material bagi para pengecer yang melakukan bisnis di China dan negara-negara lain juga terpengaruh.

"Kami percaya vorus korona akan membatasi toko di China dan negra lain, bisa bepengaruh negatif terhadap pariwisata China serta menganggu rantai pasokan,"

Ada Hikmah bagi Ekonomi Vietnam

Stephen Wyatt percaya bahwa virus ini mempunyai potensi untuk menciptakan peluang ekonomi bagi vietnam. Masalah rantai pasokan di China membantu produsen untuk memindahkan lebih banyak produksi ke Vietnam. "Sisi positifnya bagi Vietnam, kita akan melihat bahwa pergeakan bisnis yang berkelanjutan ingin pindah dari China," papar Wyatt.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini