Teknologi Mortar Busa, Jawaban Persoalan Tanah Lunak di Indonesia

Irene, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 470 2173710 teknologi-mortar-busa-jawaban-persoalan-tanah-lunak-di-indonesia-l17MAIlSRQ.jpg Tanah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kerap memperkenalkan teknologi mortar busa hasil karya Badan Litbang Kementerian PUPR. Teknologi ini sebagai jawaban permasalahan infrastruktur di tanah lunak.

Melansir unggahan Instagram resmi Kementerian PUPR, Selasa (25/2/2020), mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen, dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak yang dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

Baca Juga: Seluruh Tanah di RI Ditargetkan Bersertifikat pada 2025

Penggunaan teknologi mortar busa dapat menjadi jawaban atas persoalan daya dukung tanah yang rendah yang disebabkan oleh permukaan tanah yang lunak. Oleh karenanya, tanah tak dapat menyokong struktur bangunan yang ada di atasnya dengan baik. Alhasil masih sering ditemukannya jalan amblas dan keretakan gedung.

Luas tanah lunak di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 20 juta hektare. Angka ini merupakan 10% dari luas total daratan di Indonesia.

Penyebaran tanah lunak umumnya dijumpai di sekitar daerah dataran pantai, antara lain di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, pantai timur Pulau Sumatera, pantai selatan Pulau Kalimantan, pantai timur Pulau Kalimantan, pantai selatan Pulau Sulawesi, pantai barat Pulau Papua, dan pantai selatan Pulau Papua.

Baca Juga: Menata Rumah Mungil di Tanah 30 Meter, Simak Kiatnya

Hal tersebut menjadi landasan Kementerian PUPR bersama Badan Litbang PUPR melakukan pengembangan teknologi bernama teknologi mortar busa.

"Kementerian PUPR melalui Badan Penelitian dan Pengembangan @balitbangpupr mengembangkan Teknologi Mortar Busa," tulis Kementerian PUPR.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hasil pengembangan yang dilakukan Badan Litbang sangatlah penting untuk percepatan pencapaian target infrastruktur. “Hasil-hasil Litbang sangat penting untuk mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur melalui inovasi-inovasi yang lebih murah, lebih cepat dan lebih baik," katanya.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini