Ingin Bisnis Budidaya Ikan Lele? Cek Dulu Lokasinya

Hansel Jevera, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 320 2175002 ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya-14kbgUxWMQ.jpg Budidaya Lele. (Foto: Okezone.com)

Air harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan. Selain itu, ada factor lain yang mempengaruhi air, yaitu PH (derajat keasaman air) antara 6.5-8; kesadahan (derajat butiran kasar) 50-100 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm; kandungan oksigen minimal 0.3 ppm; CO, kurang dari 12.8 mg/liter; dan ammonium 147.29-157.56 mg/liter.

5. Cukup Sinar matahari

Pakan alami sangat dibutuhkan selama masa pembenihan ataupun pembesaran . Untuk menumbuhkan pakan alami seperti plankton dan lainnya, dibutuhan sinar matahari yang cukup. Selain itu, sinar matahari yang hangat sangat membantu proses metabolisme lele sehingga lebih sehat dan cepat besar. Agar airnya tidak terlalu panas, kolam bisa diberi peneduh, tetapi jangan ditanami pohon yang daunnya mudah rontok karena dapat mengotori kolam dan menyebabkan air rusak.

Namun, lain halnya jika budi daya dilakukan dengan system indoor atau di dalam ruangan. Suhu di dalamnya akan selalu stabil karena setiap akuarium biasanya dipasang water heater. Ikan tidak akan terkena sinar matahari secara langsung.

6. Aman dari gangguan

Budi daya lele harus aman dari berbagai gangguan, baik manusia ataupun hewan pengganggu. Gangguan bisa menimnbulkan berbagai masalah yang ujung-ujungnya menimbulkan kerugian, terutama tindakan pencurian yang menyebabkan ketidaknyaman pelaku usaha. Faktor keamanan ini harus diperhatikan dengan seksama bila tidak ingin usaha lele Anda menjadi rugi.

7. Kemudahan mendapatkan saprokan

Dalam berbisnis lele, akses mendapatkan saprokan (sarana produksi perikanan) harus diperhatikan. Kesulitan akses tersebut dapat mengganggu kelancaran usaha. Oleh karena itu, segala kebutuhan budi daya yang penting seperti pakan, obat-obatan dan sarana penunjang lainnya tersedia dan mudah didapat disekitar lokasi. Tidak tersedianya saprokan dapat mengganggu kelancaran proses budi daya. Selain itu, dilokasi tersebut sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang memungkinkan dapat di manfaatkan untuk kegiatan budi daya.

8. Dekat dengan pemasaran

Biasanya, pemasaran kurang menjadi pertimbangan seorang pembudidaya lele. Padahal, pemasaran merupakan akhir dari budi daya. Bila lokasi usaha jauh dari pusat pemasaran, hasil panen mau dijual ke mana? Selayaknya, pemasaran harus dipikirkan dengan matang sebelum memulai usaha. Jadi, sebaiknya lokasi budi daya dekat dengan pasar atau dapat dijangkau sehingga memudahkan pemasarannya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini