nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Pindah Ibu Kota Bukan Cuma Pindah Gedung

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 470 2175129 jokowi-ingin-pindah-ibu-kota-bukan-cuma-pindah-gedung-U90UI6uqCk.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Dok. OJK)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Indonesia Digital Economy Summit 2020. Kepala Negara pun mengajak pelaku dan innovator ekonomi digital terlibat dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Dirinyta mengatakan, pemindahan ibu kota ini bukan hanya memindahkan lokasi gedung ke Kalimantan. Tapi ikut memindahkan cara kerja, meng-install sistem baru, serta budaya kerja sehingga lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Undang-Undang Ibu Kota Negara Tak Masuk Omnibus Law, Ini Bocoran Bappenas

”Peluangnya sangat terbuka lebar, termasuk di dalamnya nanti dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur. Karena dengan ibu kota baru ini, semangatnya bukan hanya pindah lokasi, pindah gedung. Kita ingin membangun sebuah basis ekonomi baru yang berbasis iptek dan inovasi, termasuk pindah dari analog ke sepenuhnya digital,” ungkap Presiden, dilansir dari Setkab, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Pengumuman! Pemerintah Buka Peluang Investasi Ibu Kota Baru untuk Semua Investor

Program ini, menurut Presiden, adalah program besar yang akan mendorong lompatan kemajuan Indonesia, lompatan dari mayoritas analog ke sepenuhnya digital, begitu pun dengan cara kerja pemerintahan yang juga bertransformasi ke digital.

”Ini selalu saya sampaikan kepada Menteri-menteri, termasuk mindset dan kulturnya yang berlogika digital. Harus semuanya ini pindah, pola pikir, kultur, semuanya harus berlogika digital. Oleh sebab itu, saya mengundang para hadirin di sini dan industri teknologi dunia untuk mengambil peran dalam transformasi ini,” sambungnya.

Presiden menegaskan bahwa Ibu kota negara baru adalah ibu kota yang hijau, tidak banjir dan tidak macet karena dimulai dengan tata ruang yang baik dengan slogan Green City, Smart City, and Compact City.

”Banyak pedestrian, orang berjalan kaki, banyak orang bersepeda, mobil harus elektrik, dan pada lompatan berikut autonomous. Penggunaan energi yang baru terbarukan,” pungkas Presiden.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini